Connect with us

METROPOLITAN

Tak Hanya Tinggal di Toilet Sekolah, Guru SD Negeri di Pandeglang Ini Kadang Hanya Makan Singkong

Published

on

Nining, guru honorer di SD Negeri Karyabuana 3 bersama suaminya Ebi. Pasangan ini terpaksa tinggal di toilet sekolah karena tak mampu mengontrak. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Cerita memilukan kembali muncul dari dunia pendidikan. Lagi-lagi dari Banten. Setelah kasus tiga guru SMP Negeri pesta seks massal dengan muridnya, kini muncul kisal pilu lainnya: guru SD Negeri di Pandeglang terpaksa harus tinggal bersama keluarganya di toilet sekolah.

BACA JUGA: Tiga Guru dan Siswi di Kabupaten Serang Diduga Mesum Massal, Satu di Antaranya Hamil 4 Bulan

Nining (44), seorang guru honorer di SD Negeri Karya buana 3, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, harus mengalami kisah tragis dalam kehidupannya dengan tinggal di toilet sekolah tempatnya mengajar.

Minimnya kesejahteraan bagi guru honorer membuat Nining dan suaminya Ebi (46) beserta dua anaknya yang sudah SMP tak mampu membayar sewa rumah kontrakan petak sekalipun.

BACA JUGA: Mafia Pendidikan Diduga Kuras APBD Banten 2017-2018, Anak Gubernur hingga Staf Ahli Disebut-sebut

Satu-satunya sumber penghasilan tetap bagi keluarga ini ada penghasilan Nining sebagai guru honorer sebesar Rp 300 ribu yang bisa diterima setiap tiga bulan sekali.

Sementara, penghasilan Ebi sebagai kuli kebun tak pernah menentu, walau bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarga.

“Saya mah enggak kerja, paling kuli ke kebun. Istri yang kerja sebagai guru (honorer), kalau gaji mah yah tiap bulan ada, ini mah tiga bulan sekali baru (gajian) itupun tidak banyak paling Rp 300 rebu,” kata Ebi kepada BantenHits.com, Sabtu, 13 Juli 2019.

Meski serba cukup, namun keluarga ini tak pernah mengeluh. Bahkan mereka bersyukur karena setiap harinya masih bisa makan, walau kadang hanya makan singkong.

“Kalau makan mah, namanya juga di kampung, ada singkong, ya singkong dimakan, enggak susah seperti di kota, ada saja untuk makan mah,” tambah Ebi.

Nining dan Ebi bersama dua anaknya menempati ruangan 4×4 yang merupakan  toilet sekolah. Dua toilet tersebut tadinya diperuntukan untuk toilet guru dan murid. Pasangan ini memodifikasi sekadarnya supaya toilet bisa jadi tempat tinggal. 

Sebagian ruangan toilet disekat,  kemudian Nining menambah ruangan baru. Bagian toilet yang disekat digunakan untuk salat dan memasak. Toilet sendiri tetap bisa digunakan untuk guru dan murid. 

Dua toilet tersebut selama dua tahun ini difungsikan Nining sebagai tempat tidur, ruang salat, dan sedikit ruang untuk memasak.

Nining tercatat sudah 15 tahun mengabdikan diri sebagai guru honorer di SDN yang teletak di Kampung Cimapag, RT 004 /RW 004,Desa Karyabuana, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.

“Sudah 15 tahun tapi belum juga diangkat jadi PNS mungkin belum nasibnya,” ujar Ebi.

Kepala Sekolah SDN Karyabuana 3, Ajat Sudrajat belum dapar dikonfirmasi. Upaya BantenHits.com mendapatkan konfirmasi melalui telepon selulernya tak direspons yang bersangkutan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending