Connect with us

METROPOLITAN

Tiga ASN di Pandeglang Korupsi Anggaran Desa Hingga Rp 1 Miliar

Published

on

PENYELEWENGAN DANA DESA PULO PANJANG CILEGON Dana Desa di Kabupaten Serang Rp 120 M Pada 2019 Akan Disalurkan Melalui BPR

Ilustrasi Dana Desa. (Istimewa).

Pandeglang – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang menetapkan tiga Pj Kepala Desa di Kabupaten Pandeglang, sebagai tersangka kasus penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016.

Ketiga Pj Kades itu, yakni Pj Kades Pari, Kecamatan Mandalwangi, Atok Suanto, Pj Kades Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Dadih, dan Pj Kades Ciandur, Kecamatan Saketi, Iyan Syafrudin. Ketiganya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Pandeglang.

“Setelah dilakukan penyelidikan lebih dalam dengan memintai keterangan dari berbagai pihak, akhirnya kami memutuskan bahwa ketiga Pj Kades itu sebagai tersangka,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Pandeglang, Ario Wicaksono, Senin, 15 Juli 2019.

Ario menerangkan, modus para pelaku sebagian besar berkaitan dengan pemalsuan nota kosong untuk sejumlah kegiatan.  Kemudian ada pula modus me-mark up pembiayaan sejumlah proyek.

“Akibat tindakan mereka, negara mengalami kerugian lebih dari Rp1 miliar. Kerugian negara akibat ulah Pj Kades Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, mencapai Rp471 juta. Lalu Pj Kades Ciandur, Kecamatan Saketi, yang merugikan negara hingga Rp416 juta. Sedangkan Pj Kades Pari, Kecamatan Mandalwangi, tercatat merugikan negara senilai Rp311 juta,” jelasnya.

Ketiganya didakwa dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tepatnya Pasal 2 Ayat 1 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Tipikor, subsider Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Tipikor. Mereka terancam kurungan penjara maksimal 20 tahun.

“Kejari tidak akan pernah lelah untuk selalu mengingatkan kepada seluruh Kades agar mengelola DD secara transparan, akuntabel dan dipertanggungjawabkan. Karena jika 3 hal prinsip tersebut tidak dilaksanakan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan Kades lain dapat terkena masalah yang sama atau diancam UU Tipikor,” tegasnya.

Editor:Fariz Abdullah

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending