Connect with us

METROPOLITAN

Kapal Tongkang Dihantam Gelombang, 7.000 Ton Batubara Diduga Tumpah ke Laut Pandeglang

Published

on

Kapal tug boat (TB) Alpine Marine 25 yang menggandeng tongkang berisi muatan batubara terdampar setelah dihantam gelombang di Perairan Pandeglang. Muatan 7.000 ton batubara diduga tumpah ke laut saat proses evakuasi. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Sebuah kapal tug boat (TB) Alpine Marine 25 yang menggandeng tongkang berisi muatan batubara terdampar di wilayah perairan pantai selatan Ujung Pulau Jawa, tepatnya di Pantai Rancecet, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.

Kasat Polairud Polres Pandeglang, Iptu David A Kusuma mengatakan kejadian itu bermula saat Kapal TB Alpine Marine 25 membawa batu bara menuju ke arah Pelabuhan Ratu.

Diduga mesin mengalami kendala sehingga tidak bisa melewati hantaman ombak. Sehingga, tongkang yang dibawanya terdampar di wilayah Cimanggu.

“Terdampar karena hantaman ombak, kan ini lagi angin selatan, kejadiannya hari Minggu (14 Juli 2019),” kata David saat dihubungi BantenHits.com, Selasa, 16 Juli 2019.

David menjelaskan, proses evaluasi terhadap TB Alpine Marine 25 sudah dilakukan menggunakan TB Alpine Marine 19, namun proses evakuasi terhambat karena tali yang digunakan tak mampu menarik kapal di tengah tiupan ombak dan angin sangat kencang.

“TB Alfine Marine 19 dan tongkang Nautika 25 milik TB Alfine Marine 25 ikut terhembas kandas ke pantai. Sehingga 7.000 ton batu bara diduga tumpah ke laut,” terang David.

“Anak Buah Kapal (ABK) semuanya selamat dan saat ini berlindung di Pulau Deli. Terpantau tadi batu bara sudah kosong, apakah tumpah ke laut atau dievakuasi saya belum tahu, karena saya baru ketemu dengan ABK-nya saja, belum interogasi,” ujarnya.

Saat ini pihak Polairud Polres Pandeglang, kata David, masih melakukan penyelidikan dan akan segera memanggil pihak perusaahan, untuk mengetahui lebih jelas kronologi kejadiannya.

“Rencana saya mau interogasi orang kantornya, pemiliknya orang dari wilayah Cilegon, itu belum bisa kita hubungi sampai sekarang. Saya juga belum banyak data, masih fokus ke evakuasi dulu,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending