Connect with us

METROPOLITAN

Gadis Miskin Asal Pandeglang Diduga Disiksa dan Identitas Agamanya Direkayasa WNA China

Published

on

Akta nikah antara AV, perempuan asal Pandeglang dengan YEJ, WNA China. Tiga perempuan asal Banten menjadi korban perdagangan orang dengan modus pengantin pesanan untuk WNA China. (Istimewa)

Serang- AV (22) warga Kampung Sidamukti, Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang diduga disiksa YEJ Warga Negara Asing (WNA) asal China yang tak lain suaminya sendiri.

AV rela menikah dengan YEJ demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya yang diketahui kurang mampu. Bukannya mendapatkan apa yang diinginkan justru AV mendapat perlakuan tak manusiawi hingga saat ini hidupnya terkatung-katung di Negeri Tirai Bambu.

“kondisi keuangan sehingga mau menikah dengan orang China, AV dijanjikan akan diberi uang ratusan juta dalam perbulan, malah disiksa bahkan korban diusir dari rumah, saat ini AV masih di Di China Tiongkok,” kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia atau SBMI, Maftuh Salim, kepada Bantenhits, Rabu 17 Juli 2019.

“Karena dijanjikan kehidupan AV akan dipenuhi, baik AV sendiri di China atau kelaurganya di Landeglang,” tambahnya.

Maftuh menceritakan dari keterangan pihak keluarga mulanya AV dikenalkan oleh salah seorang rekannya di Jakarta untuk menikah dengan WNA yang tak lain YEJ. Merasa tergiur lantaran dijanjikan akan dipenuhi segala kebutuhan hidupnya, AV dan YEJ menikah pada Oktober 2018 di Vihara Rangkasbitung.

Namun, usai menikah AV justru mendapat siksaan bahkan diusir oleh YEJ. Parahnya, agama AV yang semulanya islam dirubah menjadi Budha tanpa sepengetahuan dirinya.

“Keluarga tidak terima karena anaknya yang beragama muslim di ganti non muslim Budha, Tidak menikah dengan cara islam tapi di akta nikah di ganti menjadi Budha,” ujarnya.

Maftuh mengaku SBMI masih berupaya memulangkan AV yang saat ini berada di China. Langkah ini diambil atas dasar keinginan pihak keluarga yang menginginkan AV untuk dipulangkan.

“Kita masih berhubungan AV langsung, saat ini masih di Chinia, Upaya kami sudah mengirim surat ke KBRI China untuk perlindungan AV, Rencana selanjuta SBMI akan mengadakan udensi dengan dinas di keb Pandeglang,”jelasnya.

Hingga berita ini tayang, BantenHits masih mengupayakan konfirmasi pihak keluarga.

Editor: Fariz Abdullah

Trending