Connect with us

METROPOLITAN

Klaim SIKKR Kemenhub Dalam Proses, PT LCI: Begitu Keluar, Segera Dilakukan Penambangan Pasir Laut

Published

on

Presiden Direktur PT Lotte Chemical Indonesia, Kim Yong Ho. (BantenHits.com/Iyus Lesmana).

Cilegon- Proyek reklamasi PT Lotte Chemical Indonesia hingga saat ini belum juga terlaksana. Selain mendapat penolakan warga perusahaan kimia itu juga terhambat Surat Izin Kerja Keruk dan Reklamasi atau SIKKR dari Kementerian Perhubungan.

Presiden Direktur PT LCI, Kim Yong Ho mengungkapkan bahwa pihak nya masih belum mengantongin SIKKR sehingga belum bisa melakukan aktifitas penambangan pasir laut.

“Sekarang perizinannya masih dalam proses. Kalau sudah keluar izinnya kita akan lakukan penambangan pasir laut sesegera mungkin,”ujar Kim Yong Ho, usai melakukan penanaman pohon mangrove di Karangantu, Kecamatan Kasen, Kota Serang, Kamis, 18 Juli 2019.

Namun, Kim Yong Ho enggan memaparkan secara detail mengenain jumlah volume material pasir laut yang akan dikeruk oleh pihaknya. Ia berkilah jika aktivitas penambangan pasir laut tersebut diperuntukan untuk pedalaman alur laut yang akan digunakan untuk membangun jetty milik perusahaan.

“Lotte akan bangun jetty, karena jetty itu untuk sandar kapal yang sangat besar maka butuh kedalaman sampai 20 meter. Nah sekarang itu kedalamannya hanya 14 meter. Jadi dari situ kita akan keruk . Kemudian dari keruk itu daparipada pasirnya  kita buang ke tempat lain dan mengganggu ekosistem yang lain, makanya kita manfaatkan untuk pengurukan lahan,”kilahnya.

BACA JUGA: KSOP Kelas I Banten: PT Lotte Chemical Indonesia Belum Kantongi Izin Sedot Pasir dan Reklamasi

Saat dikonfirmasi terkait perizinan lain yang terkait dengan pematangan lahan PT LCI Kim Yong Ho tidak menampik masih terdapat beberapa perizinan yang belum dikantongi seperti ijin penambangan pasir laut. Adapun untuk perizinan lainnya. Ia menegaskan semuanya sudah ada .

“Hampir semua perizinan seperti AMDAL dan izin lingkungan itu semuanya sudah ada, cuma izin keruk pasir lautnya yang aja belum ada,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending