Connect with us

METROPOLITAN

Wanita Miskin Korban Pengantin Pesanan untuk WNA China Ternyata Sudah Pulang ke Indonesia

Published

on

Akta nikah antara AV, perempuan asal Pandeglang dengan YEJ, WNA China. Tiga perempuan asal Banten menjadi korban perdagangan orang dengan modus pengantin pesanan untuk WNA China. (Istimewa)

Serang – Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) merilis hasil penelurusan terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang dengan modus pengantin pesanan untuk WNA China. Tiga perempuan yang menjadi korban pengantin pesanan ini disebut berasal dari Banten.

BACA JUGA: Tiga Perempuan Banten Jadi Korban Perdagangan Orang Modus Pengantin Pesanan untuk WNA China

Salah satu korban asal Banten diketahui AV (22), warga Kampung Sidamukti, Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang. AV rela dinikahkan dengan WNA asal China demi memenuhi kehidupan keluarganya.

AV (22) dinikahkan dengan YEJ WNA asal China dan dijanjikan mendapatkan kehidupan yang layak dengan diiming-imingi mendapatkan penghasilan ratusan juta setiap bulannya. Tapi, nahas bukan mengubah kondisi keluarga AV malah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari sang suami.

BACA JUGA: Gadis Miskin Asal Pandeglang Diduga Disiksa dan Identitas Agamanya Direkayasa WNA China

Menurut Ketua SBMI Maftuh Salim, AV yang sebelumnya disebutkan masih tertahan di China, ternyata sudah kembali ke Indonesia enam hari yang lalu.

Hal tersebut disampaikan AV kepada SBMI setelah pemberitaan soal AV ramai dimuat media. Kepada SBMI juga AV meminta maaf karena tak memberitahukan kepulangannya.

” Sudah pulang enam hari lalu. Dia juga minta maaf tidak memberitahukan kepulangan ke SBMI,” kata Maftuh Salim kepada BantenHits.com melalui pesan WhatsApp, Rabu malam, 17 Juli 2019.

Sebelumnya, AV mau menjadi pengantin pesanan karena kondisi ekonomi. Dia tergiur ketika dijanjikan uang ratusan juta oleh mak comblang yang merekrutnya.

“Kondisi keuangan sehingga mau menikah dengan orang China. AV dijanjikan akan diberi uang ratusan juta dalam per bulan, (tapi) malah disiksa bahkan korban diusir dari rumah. Saat ini AV masih di China Tiongkok,” kata Maftuh.

Melalui keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com, 26 aduan yang diterima SBMI selama Juli 2019,14 orang berasal dari Kalimantan Barat, tujuh orang dari Jawa Barat, dua orang dari Tangerang, satu orang dari Pandeglang, satu orang dari Jawa Timur, satu orang dari Jawa Tengah, dan satu orang dari DKI Jakarta.

“Dari kasus yang masuk ke SBMI, sebanyak tujuh orang sudah berhasil dipulangkan ke Indonesia, dua orang berhasil digagalkan berangkat. Selebihnya masih dalam proses penanganan,” demikian dipaparkan dalam keterangan tertulis SBMI.

Berdasarkan pengalaman penanganan kasus korban pengantin pesanan oleh SBMI, para korban korban pengantin pesanan memiliki latar belakang ekonomi yang kurang mampu, korban KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang dilakukan oleh pasangannya, dan kesulitan dalam mengakses lapangan pekerjaan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending