Connect with us

METROPOLITAN

Puluhan Pelajar SD di Sajira Lebak Berangkat Sekolah Pakai Rakit, Pemkab:  Hanya Sementara

Published

on

Para pelajar di Sajira ketika menyebrang menggunakan rakit untuk bisa sampai di SDN 3 Sajira.

Lebak- Puluhan pelajar SDN 3 Sajira Kabupaten Lebak harus bertaruh nyawa untuk bisa menimba ilmu. Mereka para pelajar yang berasal dari Kampung Lembur Sawah, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira harus menyebrangi sungai Ciberang menggunakan rakit agar dapat sampai di sekolah.

Informasi diperoleh, Para pelajar yang notabene baru menginjak bangku sekolah itu dilarang untuk melintasi jembatan yang menjadi satu-satunya akses agar mereka bisa sampai di sekolah. 

Baca Juga: Puluhan Pelajar SD di Sajira Lebak Bertaruh Nyawa Gunakan Rakit untuk Berangkat Sekolah

Pasalnya, kondisi jembatan gantung yang dibangung pada tahun 2017 itu mulai rapuh dan saat ini tengah dalam perbaikan pemerintah desa setempat.

“Ditutup sementara sejak tanggal 17 sampai 20 Juli 2019 . Karena sedang dilakukan pemeliharaan,”kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lebak, Dodi Irawan dalam siaran persnya.

Dodi mengungkapkan telah terjadi pengeroposan pada lantai jembatan (Pelat Baja) sehingga dalam pelaksanaan pemiliharaanya untuk keselamatan pengguna dan pekerja diberlakukan penutupan sementara.

“Pemeliharaannya dari APBDes senilai Rp10 juta dan itu hasil usulan partisipatif warga,”ucapnya.

Mengenai keinginan masyarakat agar disediakannya perahu karet dan petugas BPBD yang mengatur ritme penyebrangan para pelajar, Dodi mengaku instansi terkait telah menerima laporan tersebut.

“Sudah kita sampaikan, petugas BPBD akan berjaga di Sungai Ciberang,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending