Connect with us

METROPOLITAN

Blak-blakan! Mantan Tenaga Ahli Gubernur Banten Sebut WH Ogah Teken SK karena Ada ‘Orang’ Andika

Published

on

Paket mi instan berstiker WH-Andika diamankan Panwaslu Kabupaten Serang saat Pilkada Banten, 2016 lalu. (Facebook)

Tangerang – Saling balas pernyataan antara Gubernur Banten Wahidin Halim dengan mantan Tenaga Ahli Bidang Media dan Public Relations, Ikhsan Ahmad, semakin panas.

Ikhsan Ahmad kepada BantenHits.com, Sabtu, 27 Juli 2018, bahkan blak-blakan membantah pernyataan WH yang menyebut SK tenaga ahli tak ditandatangan karena alasan terbentur aturan.

“Tidak benar (alasan SK terbentur aturan). Kalaupun ingin membahas SK, info saya lebih valid,” ungkap Ikhsan lewat pesan WhatsApp.

Akademisi di Untirta ini membeberkan, dirinya pernah diberitahu langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, belum keluarnya SK tenaga ahli bukan karena soal payung hukum, melainkan karena empat tenaga ahli yang akan diangkat disebut WH merupakan orangnya Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

“Saya pernah diberitahu langsung oleh pa gub (Gubernur Banten Wahidin Halim), belum kekuarnya SK bukan karena tidak ada payung hukumnya tetapi ketika SK siap ditandangan oleh gubernur ada beberapa nama di;dalam SK tersebut (kalau ga salah sekitar 4 orang) yang dianggap orang wagub dan dipandang bermasalah oleh gubernur,” terang Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan, jika dirinya menyoal SK seperti yang disampaikan WH ke media, sudah dipastikan tiga bulan pertama kerja Ikhsan sudah mundur.

“Artinya alasan saya mundur bukan karena tidak ada SK, tetapi selama saya menjadi TA, hampir setahun ini, gubernur tidak punya visi yang jelas terhadap pembangunan media di Banten,” jelasnya.

“Kalau masalah payung hukum itu jawaban udah ketinggalan zaman. Itu isu waktu bulan pertama TA mulai aktifitas dan sudah melakukan studi banding,” sambungnya.

Ikhsan memastikan, dirinya siap mengungkap peristiwa sebenarnya kepada publik terkait SK tenaga ahli gubernur Banten yang belakangan tengah ramai jadi perbincangan.

“Jika saya dianggap bohong, mengenai hal substansial ini, saya sudah merekam hampir semua percakapan wa (WhatsApp) saya dengan gubernur. Saya siap publish,” tegasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending