Connect with us

METROPOLITAN

Tinggal di Dekat Kantor Gubernur Banten, Bayi Pengidap Tumor Ganas Dibiarkan Terbaring karena Miskin

Published

on

Ani menggendong Alif, balita pengidap tumor ganas. Alif tak mendapatkan perawatan medis memadai karena orang tuanya miskin. (BantenHits.com/Mahyadi)

Serang – Alif, bayi berusia 9 bulan, warga RT.04/05, Desa Bulakan, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, menderita tumor ganas di bagian dagu sampai leher.

Namun, bayi malang ini tak bisa mendapatkan perawatan medis memadai karena kedua orangtuanya miskin. Sang ayah, Aryo sehari-hari bekerja serabutan sebagai kuli tani dan pesuruh. Sementara, Ani, ibunya, hanya seorang ibu rumah tangga biasa.

Mirisnya lagi, rumah warga miskin ini hanya berjarak 200 meter dari Kantor Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten atau KP3B.

Rosidi, Ketua RW setempat mengatakan, kondisi balita Alif diketahui mengalami kelainan dalam tubuhnya saat berusia satu bulan. 

“Waktu lahir, tonjolannya belum nampak, setelah usia satu bulan terlihat dengan sangat jelas,” kata Rosidi kepada awak media, Kamis 25 Juli 2019.

Rosidi mengungkapkan, bahwa Alif sempat di bawa ke puskesmas terdekat atas inisiatif saudara dan tetangganya. Namun oleh pihak medis dianjurkan berobat ke rumah sakit umum Serang. 

“Sudah dibawa kemana-mana, di RSUD Serang, RSUD Banten dan RS Bedah Benggala, tapi karena alasan keterbatasan alat medis, Alif diminta untuk berobat ke Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta,” paparnya.

Dengan kondisi ekonomi keluarga kurang mampu kini Alif tidak kunjung juga menjalani perawatan secara intensif, akibatnya kondisi Alif semakin parah tumor yang ia derita semakin membesar dan kepala Alif mulai bermunculan koreng yang mengeluarkan nanah. 

“Kondisi keluarganya sangat memprihatinkan. Bukan hanya karena pekerjaan kedua orangtuanya hanya serabutan. Orangtua Alif juga masih menumpang ke kakek dari ibunya Alif. Itu pun tidurnya gabung dengan kakeknya,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap ada seorang donatur yang memberikan sumbangan kepada Alif dan keluarganya.

“Saya berharap ada dermawan mengulurkan tangan meringankan beban, karena kalau berobat di RS Harapan Kita gratis pakai BPJS. Cuma selama tinggal di Jakarta kan perlu biaya,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending