Connect with us

GAYA HIDUP

Deadline Bikers; Siasat Pekerja Media Merawat Bahagia dan Menepi Sejenak dari Tenggat

Published

on

Karyo (kanan) perwakilan pekerja media di Banten bersama Sekjen Deadline Bikers Jakarta Joko Cos berfoto saat pertemuan di Kota Serang, Minggu, 28 Juli 2019.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Hari-hari Karyo seperti perburuan yang tak pernah bertepi: terus mengejar-ngejar informasi, kemudian bergantian dikejar tenggat yang ditetapkan redaksi. Karyo tak mengeluh, karena pekerjaan itu adalah pilihan hidupnya.

Di tengah masifnya serbuan beban kerja, Karyo bersiasat supaya tetap bisa merawat bahagia dan menepi sejenak dari tenggat dengan menggeluti hobi dunia otomotif sebagai biker.

Minggu, 28 Juli 2019, Karyo terlihat semringah. Dia berkumpul dengan pekerja media lainnya di Banten dan Jakarta yang berhimpun dalam wadah ‘Deadline Bikers’ di Terminal Pakupatan, Kota Serang.

Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk membentuk komunitas Deadline Bikers di wilayah Banten. Dengan beranggotakan para wartawan atau pekerja media yang memiliki ketertarikan pada dunia otomotif khususnya sepeda motor.

Karyo sebagai perwakilan wartawan asal Banten dalam pertemuan itu mengatakan, dirinya baru pertama kali mengikuti anggota club motor. Pengalaman ini dirasakannya sangat spesial.

“Di beberapa wilayah lainnya yang ada di Indonesia memang sudah terbentuk, dan Banten semoga segera menyusul untuk mendeklarasikan Deadline Bikers,” ungkap Karyo dalam sambutanya, di rumah makan Bu Entin, Jalan Raya Serang-Pandeglang.

Kemudian tujuan para insan media asal Banten, disambut baik oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Deadline Bikers Indonesia, Joko Cos. Menurutnya, Deadline Bikers adalah satu hobi motor oleh para insan media. Akhirnnya dibentukanlah komonitas Deadline Bikers pada Juni 2019. 

“Maka itu, kita dengan begabungnya wartawan asal Banten. Deadline Bikers bisa terus berkembang di seluruh Indonesia,” katanya. 

Joko Cos juga menjelaskan, komunitas Deadline Bikers identik dengan pekerja media dan anggotanya terdiri dari pekerja media. Bahkan minimal ada 20 anggota di setiap daerah, barulah bisa segera deklarasi. 

“Teknisnya bagaimana temen-temen di Banten, pusat pun akan support,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Yamaha Nmax Club Indonesia (YNCI) Kota Serang Capter, Sugilar ikut angkat bicara. Ia menambahkan, Komunitas Deadline Bikers asal Banten yang segera di bentuk dan di deklarasikan, bisa melibatkan pihaknya.

“Kita siap untuk touring bersama komunitas Deadline Bikers,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Deadline Bikers dan YNCI Kota Serang menggar touring mengenal wilayah Banten. Kegiatan dimulai dari Terminal Pakupatan Kota Serang, menuju Kantor Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B) untuk salat bersama. Lalu dilanjutkan menuju Kesultanan Banten untuk mengenal destinasi wisata di wilayah Banten.

Dalam touring bersama Komunitas Deadline Bikers dan YNCI Kota Serang terus menyuarakan semboyan atau yel-yel, “Wayahe, Wayahe”.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending