Connect with us

METROPOLITAN

7 Ribu Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Pandeglang, Polisi Didesak Beri Teguran Keras

Published

on

Kapal tug boat (TB) Alpine Marine 25 yang menggandeng tongkang berisi muatan batubara terdampar setelah dihantam gelombang di Perairan Pandeglang. Muatan 7.000 ton batubara diduga tumpah ke laut saat proses evakuasi. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih).

Pandeglang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten meneliti dampak tumpahnya batu bara di wilayah perairan Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Pandeglang beberapa pekan lalu.

Batubara yang hendak dikirimkan ke PLTU Palabuhanratu oleh kapal Tongkang BG Nautika tersebut tumpah, diduga akibat diterjang ombak.

Baca Juga: Tumpahkan 7 Ribu Ton Batu Bara di Pandeglang, Perusahaan Kapal Tongkang BG Nautika Dua Kali Mangkir dari Panggilan Syahbandar

Kadis DLH Provinsi, Husni mengaku masih melakukan penelitian terhadap lingkungan pinggir pantai dan melakukan komunikasi kepada masyarakat, terkait dampak batu bara. Untuk itu pihaknya belum bisa memberikan keterangan hasil dari kajian yang dilakukan DLH.

“Kita amati dari uji sample air nya dulu, hasil nya belum keluar,” singkat Husni saat dihubungi BantenHits, Senin, 29 Juli 2019.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Pandeglang, Iing Andri Supriadi mendesak agar pihak perusahaan segera bertanggungjawab atas insiden tersebut, sehingga tidak mengganggu ekosistem laut dan aktifitas nelayan.

“Pihak perusahaan harus bertanggungjawab, jangan sampai aktifitas nelayan terganggu. Dan pihak berwenang agar memberikan teguran keras kepada perusahaan kapal tongkang tersebut,” tegasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending