Connect with us

METROPOLITAN

Sudah Dinyatakan Lolos CPNS Tiba-tiba Dianulir, Eman Sulaeman Gugat Pemkab Lebak

Published

on

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya ketika memberikan SK CPNS secara simbolis.

Serang – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Lebak digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang oleh Eman Sulaeman, peserta seleksi CPNS 2019, menyusul keputusan Pemkab Lebak menganulir hasil pengumuman peserta yang lolos seleksi CPNS untuk formasi tenaga kesehatan di Kabupaten Lebak, Januari 2019.

Penasihat Hukum Eman Sulaeman, Deny Mulyaman mengatakan, kliennya diumumkan lolos CPNS pada 2 Januari 2019 dengan nomor pengumuman 800/01-BKPP/2019. Pengumuman ditandatangani oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. 

Namun, beberapa waktu kemudian, namanya diralat. Ada empat orang yang kemudian dianulir sebagai peserta lolos CPNS untuk ditempatkan di Lebak. 

“Kita sayangkan justru kenapa ada pembatalan atas dasar gelombang keberatan yang dinyatakan tidak lolos,” kata Deny Mulyaman, seusai sidang di PTUN Serang, Curug, Kota Serang, Banten, Selasa, 30 Juli 2019 seperti dilansir detik.com.

Nama Eman lolos karena mendapatkan penambahan 10 poin sebagai putera daerah yang mendaftar formasi tenaga kesehatan untuk kategori di daerah terluar, terpencil, dan tertinggal. Ini berdasarkan peraturan Menteri PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018. 

Tapi penambahan 10 poin untuk Eman kemudian diralat dan kelulusannya dibatalkan. Ini karena lokasi tempat kerja, dalam hal ini puskesmas yang dilamar, tidak termasuk kategori tertinggal, terpencil, dan terluar. 

“Dalam pengumuman itu panitia menambahkan 10 poin untuk putra daerah tempat dia mendaftar sebagai CPNS di Puskesmas Binuangeun,” ujarnya. 

Di tempat yang sama, Kasubag Hukum Setda Lebak Diki Ginanjar menjelaskan pengumuman pertama CPNS yang lulus berdasarkan petunjuk teknis dan panitia seleksi nasional atas dasar keputusan bupati. Namun kemudian ada aturan tambahan bahwa lokasi tempat kerja yang dilamar bukanlah masuk kategori terluar, terpencil, dan tertinggal. 

Dari aturan itu, empat CPNS yang sebelumnya diumumkan lolos karena ada penambahan 10 poin diralat oleh Pembak Lebak. 

“Kita ralat pengumuman itu sekitar empat (orang) kalau tidak salah,” ujar Ginanjar di PTUN Serang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending