Connect with us

METROPOLITAN

Butiran Hitam Muncul Mendadak di Pesisir Pantai Lontar, Warga Tuding Tumpahan Minyak Laut Karawang

Published

on

Makrubi (47) saat menunjukan butiran hitam yang mencemari pantai Lontar-Serang. (BantenHits.com/Nurmansyah Iman).

Serang- Butiran-butiran hitam mendadak bermunculan di pesisir pantai Lontar, Kabupaten Serang, Minggu, 28 Juli 2019. Hal tersebut membuat warga panik.

Pasalnya, semenjak kemunculan butiran hitam yang diduga tumpahan minyak dari laut Karawang itu banyak hewan laut seperti ikan ditemukan mengambang di bibir pantai.

“Ada butiran-butiran kecil kayak kotoran kambing, pas saya pegang saya ambil terus dipijit ternyata minyak mentah, kena pasang pas surut gumpalan-gumpala itu menempel ke tanah terus kena panas meleleh gitu,” kata Pengelola Ekowisata Mangrove Jembatan Pelangi di Pantai Lontar, Ropin (35)di temui di pantai lontar wisata jempatan pelangi, Kabupaten Serang, Rabu 31 Juli 2019 Sore.

Menurut Ropin, kebanyakan ikan yang ditemukan mengambang di bibir pantai berlokasi di lingkungan wisata mangrove yang ia kelola.

“Kekawatiran saya sih nanti takut banyak yang mati biota laut di sini, dua hari atau tiga hari kemarin di sini (bibir pantai lontar, wisata jembatan pelangi mangrove) banyak ikan yang mati kalau sekarang agak normal, waktu itu gumpalanya cukup banyak,”tuturnya.

Ropin menuding gumpalan itu diduga berasal dari tumpahan minyak di laut Karawang akibat kebocoran minyak anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

“Ada pemberitaan di televisi bahwa telah terjadi kebocoran kilang miyak di sekitaran pulau jawa, saya langsung menginformasikan bahwa di laut banyak butiran minyak, langsung ditutup aliran air menuju tambak, jadi tidak berdampak, kalau gak gitu takut kayak yang di karawang,”ungkapnya.

Sementara Makrubi (47) Petani Rumput laut, mengungkapkan hal serupa bahwa ada butiran minyak serta gumpalan-gumpalan minyak mentah di bibir pantai lontar. Hal itu menyebabkan dirinya merugi lantaran tanaman rumput laut yang ia tanam gagal panen karena tercemar oleh minyak.

“Rumput laut mati udah tiga hari kena minyak, saya kurang tahu asal minyak itu dari mana katanya dari Karawang, ada Lima petak, mati semua karena kelewatan (minyak), terkelupas (rumput laut) jadi putih, ada sekitar limapuluh kiloan, kebawa arus (minyak),”tandasnya.

Hingga berita ini publish BantenHits masih mengupayakan konfirmasi pihak terkait.

Editor: Fariz Abdullah

Trending