Connect with us

METROPOLITAN

DLHK Banten Sarankan Perusahaan Kapal Tongkang BG Nautica Datangi Masyarakat

Published

on

Warga Rancapinang Pandeglang ketika gotong royong membersihkan tumpahan batu bara di perairan Pandeglang. (BantenHits.com/Engkos Kosasih).

Pandeglang – Masyarakat di Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Pandeglang, masih melakukan gotong royong, mengumpulkan 7 ribu ton batu bara yang tercecer di sekitaran pesisir pantai.

Batu bara yang tercecer itu, mulanya akan di kirim ke PLTU Pelabuhan Ratu oleh Kapal Tongkang BG Nautica 25 (Sebelumnya Nautika) dari Palembang. Namun, sesampainya di perairan Cimanggu, kapal terdampar.

Baca Juga: Tinjau Lokasi Tumpahnya 7 Ribu Ton Batu Bara, DLHK Banten Surati BG Nautika

Kepala Bidang Penataan dan Peningaktan Kapasitas DLHK Banten,  Eddy Wiryanto mengatakan masyarakat yang melakukan gotong royong kekurangan karung untuk menyimpan batu bara. Oleh karenanya, dia meminta agar pihak perusahaan bisa menyediakan karung.

“Pihak perusahaan harus melakukan penanganan awal, seperti memberikan bantuan karung dan berembuk dengan masyarakat bagaimana batu bara ini, harusnya gimana,” kata Eddy, Kamis, 1 Agustus 2019.

Eddy menyarankan agar pembersihan tumpahan batu bara itu dapat dilakukan secara manual, karena bila menggunakan alat dapat merusak lingkungan laut.

“Saya menyarankan secara manual, pake skop trus di ayak. Kalau pake alat nanti lingkunganya malah rusak. Trus kedalamnya minimal harus 20-30 meter,” pesannya.

Diketahui kapal tongkang BG Nautica 25 itu, milik PT Nusantara Terminal yang beralamat di Jalan Scientia Boulevard Kav. U2 Summarecon Serpong, Tangerang, Banten. DLHK Banten sudah berkirim surat agar, pihak perusahaan segera bertanggungjawab.

Editor: Fariz Abdullah

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending