Connect with us

METROPOLITAN

Gempa Berpotensi Tsunami Landa Banten, Warga Lebak Selatan Panik Ngungsi di Gunung Curi

Published

on

Warga desa Bayah, Kabupaten Lebak ketila berhamburan keluar rumah dan berlarian menuju gunung curi. (Istimewa).

Lebak- Gempa magnitudo berkekuatan 7,4 Skala Richter mengguncang Provinsi Banten, Jumat, 2 Agustus 2019. Gempa berpotensi tsunami itu berasal dari Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

Gempa yang terasa hingga ibu kota Jakarta itu membuat ribuan warga Banten panik khususnya di wilayah pesisir pantai mulai dari Pandeglang hingga Lebak Selatan.

Baca Juga: Gempa 7,4 Skala Richter Guncang Banten, BMKG Sebut Berpotensi Tsunami

Hayat Syahida warga desa Bayah, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak mengatakan guncangan gempa membuat warga di Lebak selatan panik. Warga ramai-ramai berlarian meninggalkan rumah dan menuju gunung curi.

“Ribuan warga panik semua keluar rumah berhamburan, mereka lari ke gunung curi menyelamatkan diri,”kata Hayat Syahida ketika dihubungi BantenHits.

Gor Jayabaya mengalami rusak usai diterjang gempa bumi 7,4 SR. (Istimewa).

Pria yang akrab disapa Aa ini juga mengungkapkan akses jalan dari Bayah menuju Cikotok macet total. Para pengendara lebih memilih meninggalkan kendaraannya dan berlari menuju gunung curi.

“Arah Bayah Cikotok macet total, untul Sawarna belum monitor,”ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun BantenHits, selain warga berhamburan keluar rumah GOR Jayabaya di Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengalami rusak akibat guncangan gempa.

Editor: Fariz Abdullah

Trending