Connect with us

METROPOLITAN

Asap Hitam PLTU II Labuan Dikeluhkan Warga, Walhi Jakarta Minta Setop Penggunaan Batubara

Published

on

Kepulan asap hitam yang dikeluarkan salah satu cerobong milik PLTU II Labuan menuai protes keras masyarakat.

Pandeglang – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi Jakarta, mendorong pemerintah untuk mengakhiri penggunaan PLTU dari batubara dan beralih ke energi baru terbarukan.

Hal itu, diungkapkan Direktur Walhi Jakarta, Tb Sholeh Ahmadi menanggapi kepulan asap hitam pekat yang keluar di cerobong asap PLTU II Labuan beberapa hari lalu.

Sholeh mengaku beberapa kali mendapat keluhan dari warga sekitar PLTU II Labuan, karena ada beberapa wilayah yang permukimannya, hampir sejajar dengan cerobong PLTU Labuan.

“Kami sendiri sebenarnya mendorong pemerintah untuk mengakhiri penggunaan PLTU dari batubara, dan beralih kenergi baru terbarukan, seperti solar panel, energi angin, yang dibangun tidak tersentralistik. Kasus mati lampu massal kemarin adalah disebabkan oleh sistem energi (Strum) kita masih tersentralistik,” kata Sholeh kepada BantenHits.com, Rabu, 7 Agustus 2019.

Sholeh beranggapan, Banten memiliki potensi untuk energi baru terbarukan, terutama energi matahari (solar panel) dan angin karena letak geografisnya mendukung.

“Sehingga kalau energi kita dapat terbarukan, penggunaan batubara akan berkurang,” ungkapnya.

Menurut Sholeh, PLTU merupakan pembangkit listrik yang menggunakan energi kotor batubara, yang berdampak sangat jelas bagi kesehatan manusia.

Bahkan dari beberapa kajian mengatakan bahwa PLTU menghasilkan polutan yang akan memicu peningkatan prevalensi penyakit jantung, paru-paru, dan masalah pernapasan pada anak-anak dan kelompok sensitif lainnya.

“Selain itu PLTU juga menghasilkan emisi rumah kaca yang menambah laju pemanasan global. Hal yang bisa dilakukan untuk merespon keluhan warga adalah, meminta Dinas Lingkungan Hidup melakukan audit lingkungan secara independen,” ujarnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending