Connect with us

METROPOLITAN

Pemkab Pandeglang Tegaskan Lokasi Penambangan Batu di Desa Banyuasih Bukan untuk Huntap Korban Tsunami

Published

on

Penambangan batu atau galian C di Kampung Pamatanglaban, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Kepala Desa Banyuasih, Cigeulis, Iyat Sanjaya berdalih bahwa lokasi penambangan batu di desanya bukan Galian C, tetapi pemerataan tanah untuk hunian tetap (Huntap) korban tsunami.

Iyat juga memperkuat pernyataannya, dengan mengeluarkan surat keterangan lahan Huntap pada tanggal 1 Juli 2019, yang ditembuskan kepada BPD Banyuasih, Camat, Koramil, Kapolsek Cigeulis dan Arsip.

Namun, pernyataan dan surat yang di keluarkan kepala desa, tidak sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Pemkab Pandeglang terkait lokasi huntap korban tsunami di Banyuasih.

Pemkab Pandeglang sendiri melalui Kepala DPKPP Pandeglang, Syarif Hidayat menyebut bahwa lokasi Huntap untuk korban tsunami di Desa Banyuasih, akan ditempatkan di Kecamatan Sumur, agar tertata dengan dengan rapih, karena korban tsunami di Banyuasih yang mendapat Huntap sedikit.

“Dulu semua, memang mengusulkan lokasi, tapi kan harus di tata sedemikian rupa, kalau kapasitas jumlahnya kecil, kan enggak mungkin. Cigeulis itu hanya beberapa saja, makanya dari hasil obrolan, maupun rapat internal dengan BPBD, itu (Cigeulis) ditarik, jadi satu lokasi dengan Sumur,” kata Syarif, Rabu, 7 Agustus 2019.

Meski telah ada penegasan, namun galian C itu masih tetap beroperasi. Kecamatan dan kabupaten tak pernah mengeluarkan rekomendasi izin untuk galian C tersebut ke Provinsi Banten.

“Dari bulan Februari 2019, sampai sekarang kita belum mengeluarkan rekomendasi izin Galian C,” kata Kelala DLH Pandeglang, Asep Rahmat.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending