Connect with us

METROPOLITAN

PLTU II Labuan Sebut Kepulan Asap Hitam yang Dikeluhkan Warga Akibat Listrik Mati Massal

Published

on

Cerobong PLTU II Labuan yang beberapa waktu lalu mengeluarkan asap hitam sehingga dikeluhkan Warga. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Kepulan asap hitam keluar dari cerobong PLTU II Labuan, Pandeglang beberapa hari lalu sehingga dikeluhkan warga yang tinggal di sekitar PLTU.

Pihak PLTU II Labuan menjelaskan, kepulan asap yang keluar dari cerobong asap, karena terjadi gangguan sistem transmisi 500 KV pada tanggal 4 Agustus 2019. Sehingga pembangkit Listrik Jawa bagian Barat trip (shutdown). 

Bagian Humas PLTU II Labuan, Irwin mengatakan PLTU Labuan termasuk yang terkena dampak sehingga 2 unit padam, namun, PLTU Labuan berusaha bangkit dengan melakukan start-up unit. 

“Pada saat Start-up unit menggunakan bahan bakar HSD (solar) , sehingga asap cerobong berwarna hitam. Hal tersebut hanya sementara sampai unit berbeban normal,” kata Irwin melalui keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com, Rabu, 7 Agustus 2019.

Irwin mengklaim, saat ini kondisi asap hitam yang keluar dari cerobong PLTU sudah normal. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir.

“Sudah normal semua,” singkatnya.

Sementara Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi Jakarta, mendorong pemerintah untuk mengakhiri penggunaan PLTU dari batubara, dan beralih ke energi baru terbarukan. 

Hal itu, diungkapkan Direktur Walhi Jakarta, Tb Sholeh Ahmadi menanggapi kepulan asap hitam pekat yang keluar di cerobong asap PLTU II Labuan beberapa hari lalu.

Sholeh mengaku beberapa kali mendapat keluhan dari warga sekitar PLTU II Labuan, karena ada beberapa wilayah yang permukimannya, hampir sejajar dengan cerobong PLTU Labuan.

“Kami sendiri sebenarnya mendorong pemerintah untuk mengakhiri penggunaan PLTU dari batubara, dan beralih kenergi baru terbarukan, seperti solar panel, energi angin, yang dibangun tidak tersentralistik. Kasus mati lampu massal kemarin adalah disebabkan oleh sistem energi (Strum) kita masih tersentralistik,” kata Sholeh.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending