Connect with us

METROPOLITAN

Penambang Batu di Kawasan Perhutani Banten yang Jadi Buronan Korupsi Ditangkap di Kontrakan

Published

on

Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon, Andi Minarwaty (dua dari kiri) didampingi Kasi Intel David Nababan (dua dari kanan) saat memberikan keterangan person terkait penangkapan Bison Manurung, penambang batu yang jadi DPO kasus korupsi. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon berhasil menangkap Biston Manurung, penambang batu yang Jadi DPO terpidana kasus tindak pidana korupsi kegiatan pertambangan batu di dalam kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani Banten di Petak Dua, Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, 2012 silam.

Wartawan BantenHits.com Iyus Lesmana melaporkan, setelah bertahun-tahun menjadi buron pengusaha galian batu tersebut diamankan petugas di salah satu kontrakan di wilayah Serang, Rabu malam, 7 Agustus 2019, sekira pukul 21.00 WIB.

BACA :  PKK Kelurahan Pamulang Barat Gelar Jumat Berbagi

Sesampainya di Gedung Kejari Cilegon terpidana langsung menjalani pemeriksaan, kenudian dijebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Cilegon. 

“Tim AMC Kejagung berhasil menangkap terpidana perkara tindak pidana korupsi atas nama Biston Manurung. Yang bersangkutan ditangkap di sebuah kosan di wilayah Serang,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon, Andi Minarwaty didampingi Kasi Intel, David Nababan saat memberikan keterangan pers, Kamis dini hari, 8 Agustus 2019.

Andi menjelaskan, saat dilakukan penangkapan oleh Tim AMC Kejagung Biston Manurung tidak melakukan perlawanan dan bersikap koperatif terhadap petugas.

“Yang bersangkutan langsung kita eksekusi ke Lapas Cilegon,” bebernya. 

Berdasarkan perhitungan Tim Audit PKKN BPKP Provinsi Banten pada tanggal 5 Juli 2013, kata Minareaty, perbuatan yang dilakukan oleh Biston Manurung, negara mengalami kerugian sebesar Rp 1.244.989.800. 

BACA :  Dua Pejambret di Balaraja Diringkus

“Mahkamah Agung menjatuhkan vonis hukuman selama empat tahun kurungan penjara dan mewajibkan membayar denda dua ratus juta rupiah kepada  Biston Manurung, karena yang bersangkutan  terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan korupsi secara bersama-sama  yang merugikan Negara sebesar Rp 1.244.989.800,” tandasnya.

Bison Manurung (memegang tas merah), penambang batu yang Jadi DPO kasus korupsi sesaat setelah ditangkap Tim Kejagung dan Kejari Cilegon. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Menambang di Kawasan Hutan Negara

Kasus ini bermula pada 30 April 2012. Saat itu, Biston Manurung membuat perjanjian royalti dengan almarhum Sarkatan, selaku Ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Subur Makmur di Petak Dua, Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang. 

BACA :  Namanya Santer Disebut Jadi Calon Ketua Kadin Lebak, Nabil Jayabaya: Fokus Saya di Gapensi

Setelah membuat surat perjanjian tersebut, Biston kemudian menggali batu di kawasan hutan negara yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Banten ini.

Mirnawary menjelaskan, batu hasil galian tersebut dijual kepada para pembeli dengan harga per kubik Rp 33.000. Hasil penjualan tersebut diberikan kepada Sarkatan sebesar Rp 154.725.460 dan kepada Suherman sebesar Rp 40.000.000.

Akibat perbuatan Biston, negara mengalami kerugian sebesar Rp 1.244.989.800. Angka itu diperoleh berdasarkan perhitungan Tim Audit PKKN BPKP Provinsi Banten pada 5 Juli 2013.

Biston awalnya divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Serang. Vonis kemudian diperberat oleh Pengadilan Tinggi Banten menjadi 4 tahun penjara.

Tak terima, Biston kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Kasasinya ditolak dan Biston tetap divonis 4 tahun penjara.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler