Connect with us

METROPOLITAN

Diiming-iming Gaji Rp 17 Juta di Taiwan, 29 Warga Panimbang Diduga Ditipu Penyalur Tenaga Kerja

Published

on

Bukti kuitansi pembayaran warga kepada agen penyalur tenaga kerja untuk biaya administrasi supaya bisa berangkat kerja ke Taiwan. (BantenHits.com/ Nurmansyah Iman)

Serang – Sedikitnya 29 warga Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang diduga menjadi korban penipuan agen penyalur tenaga kerja dari PT Bahana Selaras berinisial ARH.

Karena diiming-iming mendapatkan gaji Rp 17 juta per bulan di sebuah pabrik di Taiwan, warga di pesisir Banten itu rela membayar Rp 10 juta per orang sebagai syarat supaya bisa diberangkatkan. Namun kini, uang yang telah disetorkan tersebut hilang dan pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung datang.

Menurut Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banten, Maftuh, 29 Calon Tenaga Kerja Indonesia itu awalnya didatangi salah satu calo berinisial ARH yang mengaku dari agensi PT Bahana Selaras akan memberangkatkan ke Taiwan untuk bekerja di pabrik dengan syarat membayar administrasi sebesar Rp 10 Juta.

“Dia (29 korban) didatangi sponsor melalui calo namanya ARH, dia dijanjikan akan diberangkatkan ke Taiwan. Akhirnya dari 29 itu diminta (setor) Rp 10 jutaan,” kata Maftuh kepada BantenHits.com, Jumat sore, 9 Agustus 2019.

“Mereka tidak dijanjikan kerja di mana (perusahaannya) tapi hanya bilang akan dipekerjakan di pabrik iming-iming gaji menurut mereka itu sekitar Rp 17 juta ke atas,” tambahnya.

Ketua DPC SBMI Kabupaten Pandeglang Ahmad Safei menambahkan, enam warga yang menjadi korban pada Juli 2019 lalu relax melapor ke kantor DPC SBMI Kabupaten Pandeglang.

“Yang lapor ke kita pertama larinya ke (SBMI) Indramayu. Mereka belum tahu bahwa di Pandeglang, Banten juga ada SBMI. Akhirnya diberilah kontak saya yang pertama kali datang itu enam orang mengadukan hal tersebut. Kebanyakan keluarganya dari Indramayu,” ungkapnya saat dihubungi melalui telpon genggam, Jumat 9 Agustus 2019 malam.

Diduga Masih Banyak Korban Belum Lapor

Safei menduga, selain di Kecamatan Panimbang, korban penipuan agen penyalur tenaga kerja ini tersebar di wilayah lainnya di Provinsi Banten.

“Sementara ini yang lapor ke kita 29 orang, mungkin masih banyak di kecamatan lainya, sampai saat ini kita juga masih mencari takutnya masih ada korban lainya,” ucap Safei.

Selain 29 warga Panimbang, jelas Safei, korban penipuan agen penyalur kerja ini juga terjadi di Indramayu, Jawa Barat. Tercatat ada 25 warga Indramayu yang menjadi korban.

“Di Indramayu juga banyak yang tertipu, bukan hanya di Pandeglang tapi di Indramayu juga banyak yang kena tipu sama dia (ARH). Dengar kabar dari SBMI Indramayu bahwa sudah dilaporkan (kasusnya) untuk yang (terjadi) di sana. Tapi temen-teman yang di sini saya masih nunggu yang dirugikan. Masih belum sempet membuat laporan ke kepolisian,” terangnya.

Hingga berita ini dipublish, BantenHits.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari PT Bahana Selaras yang disebut sebagai agen penyalur kerja yang melakukan perekrutan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending