Connect with us

METROPOLITAN

Potensi Gempa dan Tsunami di Pandeglang Ancam Populasi Badak Jawa

Published

on

Bupati Pandeglang Irna Narulita saat foto bersama dalam acara konsultasi publik strategi dan rencana aksi konsevasi badak jawa tahun 2019-2029. (Istimewa).

Pandeglang – Keberadaan badak jawa (Rhinoceros Sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Kabupaten Pandeglang rentan terjadi kepunahan. Mengingat Kabupaten Pandeglang memiliki potensi  bencana seperti tsunami dan gempa.

Kasubdit Pengawetan Jenis Direktorat Jendral KKH Sri Mulyani mengatakan, saat ini badak jawa sangat rentan terhadap terjadinya kepunahan akibat habitat yang terbatas dan populasi yang sedikit. Diketahui hingga tahun 2018 populasi badak jawa berjumlah 68 individu.

“Satwa ini  terancam punah. Walaupun tahun 2018 ada kelahira  4 anak, tentu belum lama ini ditemukan ada dua yang mati ” katanya di acara rapat koordinasi Strategi Rencana Aksi Konservasi Badak Jawa 2019-2029 di Pendopo Pandeglang, Senin, 12 Agustus 2019.

Dia juga mengamini beberapa faktor yang mengakibatkan kepunahan badak jawa diantaranya, adanya gempa bumi, terjadinya tsunami, kegiatan ilegal, perburuan, dan adanya penyakit hewan.

“Beberapa faktor tadi menjadi ancaman kepunahan bagi badak jawa. Ancaman tadi perlu diantisipasi untuk 10 tahun mendatang. Hal yang perlu dilakukan yaitu pentingnya penataan ruang apalagi saat ini habitatnya semakin menyempit,” tandasnya.

Sementara Bupati Pandeglang, Irna Narulita meminta agar masyarakat di Pandeglang untu dapat menjaga keberlangsungan badak jawa dan tidak merusak hutan.

“Ini tanggung jawab kita bersama bukan hanya pemerintah saja. Perlu dukungan masyarakat sehingga bisa bersama menjaga kepunahan badak jawa. TNUK aset penting bagi dunia bukan hanya Pandeglang,” tambahnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending