Connect with us

METROPOLITAN

Pertahankan Enzo Zenz Allie, TNI AD: Jiwanya Berpegang Teguh Pancasila

Published

on

Enzo Zenz Allie (tiga dari kiri) saat mengikuti kegiatan di SMA Unggul Al Bayan Anger. Enzo mendadak viral setelah diterima Akmil kemudian dituduh terpapar kelompok radikal. (Dok.SMA Al Bayan Anyer)

Jakarta – Polemik soal Enzo Zenz Allie (18), taruna Akademi Militer (Akmil) 2019 yang juga santri lulusan SMA Unggul Al Bayan Anyer berkahir. TNI AD memutuskan mempertahankan remaja blasteran Indonesia-Prancis yang sebelumnya difitnah terafiliasi ke organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, pihaknya tetap mempertahankan Enzo Zenz Allie menjadi salah satu Taruna Akmil 2019. Hal itu dilakukan setelah melakukan penelusuran lebih lanjut kepada Enzo bahwa di dalam jiwanya berpegang teguh kepada Pancasila.

“Kami lakukan pada Sabtu dan Minggu. Kesimpulan Enzo dilihat dari indeks moderasi bernegara memiliki nilai 84 persen. Jadi indek moderasi keberagaman cukup bagus. Angkatan darat mempertahankan Enzo,” kata Andika saat konferensi di Gedung Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Agustus 2019 seperti dilansir Okezone.com.

BACA JUGA: Viral Enzo Santri dari Serang Diterima Akmil, Sekolah Ini Ternyata Penyuplai Siswa Berprestasi ke PTN Terkemuka

Meski begitu, kata Andika, pihaknya tetap akan melakukan penilaian terhadap yang bersangkutan selama menjalani pendidikan di Akmil selama empat tahun mendatang. Ia menyebut, seluruh calon perwira itu tak selamanya akan lolos dari pendidikan tersebut.

“Namun demikian penilaian terhadap calon perwira ada masa tahap pendidikan maka selama 4 tahun itu pula penilaian berlaku. Tidak semuanya berhasil. 2014 ada 3 orang ada taruna Akmil yang di DO. Kemudian 2015 ada 1 orang. 2018 ada 5 orang,” ujarnya.

Ia berharap kepada Enzo dan seluruh taruna akmil yang sedang menempuh pendidikan untuk dapat menjadi seorang TNI yang nantinya bisa menjaga keutuhan NKRI.

“Harapan saya Enzo dan teman-teman lulus pada saat seleksi awal. Sehingga mereka bisa menjadi perwira TNI AD yang bisa menjaga keutuhan NKRI,” kata Andika.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending