Connect with us

METROPOLITAN

Pemkot dan DPRD Tak Kompak Soal Penganggaran Insentif Guru Ngaji di Ibu Kota Banten

Published

on

Wali Kota Serang, Syafrudin saat memberikan keterangan pers mengenai kekeringan di ibu kota Banten. (Dok.BantenHits).

Serang- Pemerintah Kota atau Pemkot Serang menyiapkan anggaran Rp3 Miliar untuk insentif guru ngaji di Kota Serang. Rencananya anggaran tersebut akan diberikan untuk 3.570 guru ngaji selama tiga bulan.

Wali Kota Serang, Syafrudin mengaku penganggaran tersebut telah disesuaikan dengan Rancangan Angaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P).

“Perubahan ini tidak lalu besar, hanya di singkronkan dengan visi misi kita ini, lebih ke janji janji politik kami. Di antaranya kita di arahkan guru ngaji selama tiga bulan,”ujar Syafrudin kepada awak media di gedung DPRD Kota Serang, Kamis 15 Agustus 2019.

Tidak hanya guru ngaji, Menurut Syafrudin pemerintah Kota Serang juga merencanakan pemberian gajih insentif untuk pemandi jenazah dan marbot masjid.

“Perorang guru ngaji 200 ribu yang ada guru ngaji 3.570. pemandi zenajah kurang dari itu dan marbot juga. Kalau angka (gajih insentif-red) belum sampai sama dengan guru ngaji kita kondisikan dengan anggaran kita yang ada ini di bagi bagi,” paparnya.

Baca Juga: Guru Ngaji di Ibu Kota Banten Dapat Honor Rp200 ribu Setiap Bulan, Pemkot: Realisasi di APBD Perubahan

Sementara Ketua DPRD Kota Serang Namin justru mengkritik kebijakan pemerintah yang mengalokasikan anggaran Rp3 Miliar untuk insentif guru ngaji di ibu kota Banten.

Menurutnya, jumlah Rp3 miliar untuk tiga bulan amatlah besar.

“Kita anggarkan tiga bulan dulu di perubahan dan nantinya berturut. Tiga bulan aja besar sekali,” paparnya.

Dengan anggaran yang begitu besar untuk insentif, Namin meminta pemerintah kota serang agar menggali PAD kota serang untuk bisa di maksimalkan.

“Misalnya pengelolaan pasar Rau yang salah satu potensi PAD yang bisa di tingkatkan lagi,”jelasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending