Connect with us

METROPOLITAN

DLHK Banten Akan Lakukan Audit Lingkungan Galian C Ilegal di Cigeulis

Published

on

Penambangan batu atau galian C di Kampung Pamatanglaban, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta meminta pemerintah melakukan audit lingkungan terhadap galian C ilegal yang ada di Kampung Pamatanglaban, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang.

Menanggapi hal itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten dalam waktu dekat akan melakukan audit lingkungan terhadap Galian C tersebut.

“Ya Insya allah, nanti di kabari ya, sekarang lagi di sibukkan HUT Kemerdekaan,” kata Kepala DLHK Banten, Ir Husni Hasan kepada BantenHits. com, Jumat, 16 Agustus 2019.

Menurut Husni, jika galian C tersebut tidak mimiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) maka dia memastikan, galian C tersebut tidak memiliki Izin Lingkungan, oleh karenanya harus dilakukan penyegelan.

“Nanti kita akan selidik ke lapangan, tindakan apa yang harus dilakukan dan  tentunya kami akan kordinasi dengan Pemkab Pandeglang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Banyuasih, Iyat Sanjaya mengaku bahwa pengerukan batu itu bukan galian C, tetapi untuk Hunian Tetap (Huntap). Adapun, dua alat berat yang berada dilahan seluas 600 meter itu, untuk meratakan tanah.

Iyat juga memperkuat pernyataannya, dengan mengeluarkan surat keterangan lahan hunian tetap (Huntap) pada tanggal 1 Juli 2019, yang ditembuskan kepada BPB Banyuasih, Camat, Koramil, Kapolsek Cigeulis dan Arsip.

“Jadi gini, itu sebenarnya bukan galian C, tapi pemerataan tanah untuk Huntap korban tsunami,” dalihnya beberapa pekan lalu.

Namun, pernyataan Iyat seolah ingin mengelabui aparat Kecamatan dan Kepolisian. Pasalnya, di lokasi tersebut tidak ada Huntap. Hal, itu dibenarkan oleh Kepala DPKPP Pandeglang, Syarif Hidayat.

“Dulu semua, memang mengusulkan lokasi, tapi kan harus di tata sedemikian rupa, kalau kapasitas jumlahnya kecil, kan enggak mungkin. Cigeulis itu hanya beberapa saja, makanya dari hasil obrolan, maupun rapat internal dengan BPBD, itu (Cigeulis) ditarik, jadi satu lokasi dengan Sumur,” jelas Syarif.

Dari surat pernyataan yang dibuat oleh Kepala Desa Banyuasih, dengan tulisan tangan pada 6 Agustus 2019, Galian C tersebut sudah dihentikan setelah DPMPTSP Pandeglang turun ke lokasi.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending