Connect with us

METROPOLITAN

326 Kades Berencana Bimtek di Bali saat Wisata Pandeglang ‘Terpuruk’ Pasca Tsunami Selat Sunda

Published

on

Kepala DPMPD Kabupaten Pandeglang, Taufik Hidayat saat memberikan keterangan pers kepada awak media. (BantenHits.com/Engkos Kosasih).

Pandeglang – Sebanyak 326 Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Pandeglang akan direncanakan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) ke Bali pada tahun ini. Bimtek tersebut untuk penguatan kapasitas aparatur desa.

Padahal, saat ini pariwisata di Kabupaten Pandeglang masih “Lumpuh” pasca bencana Tsunami akhir 2018 dan Gempa Bumi pada 2019.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, Taufik Hidayat, membenarkan bahwa para kades tersebut akan melakukan Bimtek di Bali. Kendati demikian, hal itu merupakan keinginan para kades.

“Pertanyaannya apakah boleh perangkat atau kepala desa mengikuti Bimtek dengan biaya sendiri? boleh, sehingga sangat memungkinkan untuk dilakukan. Umpamanya mereka (Kades) ada kegiatan di Bali dengan lembaga tertentu ya diperbolehkan sebetulnya,”kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang, Taufik Hidayat, Selasa, 20 Agustus 2019.

Taufik mengklaim tidak ada intervensi dalam urusan tersebut, bahkan dia menyerahkan sepenuhnya pada Kades. Karena anggaran dana desa sepenuhnya  dikelola oleh desa. DPMPD juga tidak ikut terlibat dalam urusan kepanitiaan.

“Kami dari DPMPD enggak mengkoordinir, kami enggak ikutan. Kalaupun saya diminta hanya untuk membuka saja. Kami enggak tau kenapa di Bali,”jelasnya.

Sementara untuk pemilihan lokasi di Bali menurutnya kemungkinan besar berasal dari keinginan para Kades.

“Ya karena mungkin ada lembaga yang mengajak terus umpamanya Kadesnya mau ya silahkan, kalau Kadesnya tidak mau kami tidak bisa mengajak dan membatasi mereka, karena otonomi nya mereka kaitan dengan belanja,” tutupnya.

Sementara salah seorang Kades yang enggan disebutkan identitasnya menyebut rencana tersebut bakal dilakukan pada Bulan November mendatang.

“Ke Bali, rencananya bulan 11 tapi kalau saya kurang tahu juga mau ikut atau tidak soalnya banyak juga yang ga mau ikut,”katanya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending