Connect with us

METROPOLITAN

Ibu yang Terkapar karena Luka Sayat Jadi Tersangka Tewasnya Bayi dalam Bak Mandi

Published

on

Petugas mengevakuasi jenazah balita yang ditemukan tewas mengapung di bak kamar mandi di Lingkungan Bentola, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Selasa, 20 Agustus 2019. Selain balita ditemukan tewas, di dalam kamar mandi tersebut ditemukan ibunya dalam keadaan pingsan dan berlumuran darah. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Cilegon – Polres Cilegon menetapkan Defika Sari (29) tersangka terkait tewasnya NY, bayi Defika berusia tujuh bulan yang terapung di dalam bak mandi di Lingkungan Bentola, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Selasa pagi, 20 Agustus 2019.

Saat kejadian, Defita ditemukan terkapar dengan luka sayatan silet di tangannya, tepat di pinggir bak mandi berisi jenazah bayinya.

BACA JUGA : Ibu Balita yang Tewas Terapung dalam Bak Mandi di Bentola Cibeber Alami Luka Sayatan Silet Diduga Coba Bunuh Diri

Penetapan tersangka dilakukan setelah pihak penyidik melakukan pemeriksaan lebih dalam berikut keterangan para saksi yang sudah diperiksa sebelumnya.

Baby Blues Syndrome

Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Zamrul Aini, mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif dugaan awal tersangka Defika Sari mengalami gangguan kejiwaan namun hal tersebut ditegaskan tidak menggugurkan pihaknya untuk melakukan penetapan tersangka.

“Dugaannya awal memang adanya gangguan kejiwaan tetapi hingga saat ini kita masih terus dalami,” ujarnya, Rabu, 21 Agustus 2019.

Rizki mengungkapkan, jika melihat dari berbagai masalah yang kerap terjadi pada ibu berusia muda, kuat dugaan apa yang terjadi dengan tersangka Defika Sari mirip-mirip dengan baby blues syndrome.

Untuk diketahui, baby blues syndrome adalah kondisi psikologis ibu baru misalnya ada rasa kecewa, rasa bersalah atas proses persalinan yang baru saja dilewati, serta mengalami kesulitan menyusui, khawatir dirinya tak bisa menjadi ibu yang baik bagi bayi, dan kewalahan berperan sebagai ibu baru.

“Sepertinya memang begitu. Kena syndrom baby blues. Gangguan kejiwaan itu bisa mengarah ke syndrom baby blues. Tapi itu belum pasti karena menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Sementara ditempat yang sama Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Zamrul Aini menambahkan, bahwa hingga saat ini kondisi kejiwaan yang dialami oleh Defika Sari masih belum stabil paska dirinya ditemukan tergeletak di kamar mandi dengan luka pada pergelangan tangan kiri.

“Hingga saat ini, kondisi kejiwannya masih labil saat diperiksa oleh penyidik juga sama. untuk mencegah adanya tindakan diluar dugaan kita melakukan penjagaan dan pengawasan ketat terhadap tersangka,” ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya Defika Sari terancam hukuman 15 tahun penjara karena melanggar Undang Undang Perlindungan Anak dan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending