Connect with us

METROPOLITAN

Pembantai Satu Keluarga di Waringin Kurung Ditangkap, Sederet Misteri Ini Belum Terungkap

Published

on

Siti Sadiah, korban selamat pembantaian satu keluarga di Waringin Kurung, Kabupaten Serang, mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kota Cilegon. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Serang – Tim gabungan Polres Serang Kota dan Polda Banten berhasil menangkap Samin (29), pelaku pembantaian satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Suka Dalem, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Selasa 20 Agustus 2019.

Penangkapan pelaku persis tujuh hari sejak terjadinya peristiwa berdarah yang membuat perasaan publik terkoyak, Selasa dini hari, 13 Agustus 2019 jam 02.00 WIB.

BACA JUGA: Fakta-fakta Pembantaian Satu Keluarga di Waringin Kurung; Dari Faktor Ekonomi hingga Lapo Tuak di JLS Cilegon

Meski pelaku sudah terungkap, namun kasus ini masih menyisakan misteri yang berasal dari keterangan korban selamat kepada penyidik, seperti pernyataan Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi kepada sejumlah media termasuk BantenHits.com. Berikut deretan misteri itu;

1. Pelaku Dua Bertopeng

Petugas medis RSUD Kota Cilegon yang menangani Siti Sadiah (27), korban selamat dalam aksi pembantaian tersebut berhasil menyelamatkan nyawa korban. Dia siuman beberapa jam setelah kejadian.

Kaporles Serang Kota AKBP Firman Affandi saat memimpin proses penyelidikan di lokasi kejadian, Selasa siang, 13 Agustus 2019, korban sempat menyampaikan sejumlah informasi penting yang menjadi petunjuk pembunuhan sadistis itu.

BACA JUGA: Korban Selamat Pembantaian Satu Keluarga Siuman, Ungkap Detik-detik Dua Pria Bertopeng Lakukan Aksi Sadisitis

Firman mengatakan, keterangan yang diberikan Siti Sadiah, yang bersangkutan mengaku saat malam kejadian ada dua orang yang mengetok pintu rumah korban sekitar jam 02.00 WIB dini hari. Keduanya menggunakan penutup muka.

Namun, keterangan ini dibantah Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata saat ekspos pengungkapan, Selasa 20 Agustus 2019. Edy memastikan pembunuh satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Suka Dalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, hanya satu orang.

Hal ini berdasarkan hasil penyelidikan dari Tim gabungan Polres Serang Kota bersama Polda Banten yang mendapatkan kesimpulan, Samin (29) adalah satu-satunnya pelaku pembunuhan satu keluarga itu.

Edy menyebut, keterangan yang disampaikan korban selamat disebabkan kondisinya sedang labil.

“Ya sudah pasti satu orang, (keterangan) kemarin hanya dugaan saksi korban karena notabenenya dalam keadaan labil,” kata Edy.

Saat menyampaikan pengakuan tersangka, Edy juga tak menyebutkan pelaku mengenakan topeng saat melakukan aksinya.

2.Pintu Diketuk dan Pisau Disabetkan

Keterangan lainnya yang disampaikan Siti Sadiah kepada penyidik adalah soal senjata yang digunakan dua pelaku bertopeng, yakni pisau, juga soal pintu yang dalam keadaan terkunci dan diketuk orang.

Setelah pintu diketuk lalu dibuka, Siti Sadiah langsung mendapatkan serangan dari dua pelaku dengan sebilah pisau yang mengenai bibir korban.

“Jadi (menurut korban) pintu diketuk. Setelah dibuka pelaku langsung menyabetkan pisau mengenai bibir. Pelaku pakai tutup kepala,” terang AKBP Firman Affandi.

BACA JUGA: LPSK Berikan Perlindungan Ibu yang Selamat dari Pembantaian Satu Keluarga di Waringin Kurung

Namun, keterangan soal pintu yang diketuk dan pisau juga terbantahkan.

Menurut Kombes Edy, setelah nongkrong di Lapo Tuak, pelaku pulang mengunakan motor dalam kondisi mabok melewati ke rumah korban. Pelaku langsung berhenti dan memarkirkan motornya di samping rumah korban.

Pelaku melihat rumah korban dalam kondisi tidak terkunci. Sebelum masuk korban mengambil sebilah patok kayu. Di dalam rumah dia melihat satu buah handphone merek Assus sedang dicas.

“Pertama sang suami yang terbangun, karena kalut ketahuan mencuri. Secara spontan pelaku memukul bagian kepala korban dengan brutal dan bagian dada sang suami,” kata Edy saat konferensi pers di Mapolda Banten, Selasa 20 Agustus 2019.

Selanjutnya, istri korban bangun dan langsung dihajar sama secara brutal di bagian kepala oleh pelaku, dan terakhir sang anak bangun dan sama dipukuli secara brutal di bagian kepala.

3. Pergulatan dan Kotoran di Ruang TV

Kapolres Serang AKBP Firman Affandi saat di Kantor Polsek Waringin Kurung juga mengungkapkan, berdasarkan keterangan korban selamat, suaminya Rustadi (32) sempat bergumul dengan pelaku.

“Kalau menurut saksi sempat terjadi (pergulatan) di ruang tv,” jelas Firman.

Di lokasi, lanjut Firman, petugas juga menemukan kotoran manusia yang diduga kotoran milik korban tewas Rustadi. Lazimnya dalam peristiwa penemuan mayat, kotoran manusia atau sperma ditemukan pada pelaku gantung diri yang lehernya tercekik.

“Di situ kan ada kotoran manusia. Itu ternyata bukan (kotoran) milik istrinya tapi milik suaminya. Mungkin sempat dicekik atau bagaimana. Karena kan kalau orang dicekik atau gantung diri, dia memgeluarkan kotoran atau sperma, ” ungkapnya.

BACA JUGA: Ada Jejak Darah, Korban Pembantaian Satu Keluarga di Waringin Kurung Diduga Berhasil Lukai Pelaku

Lagi-lagi keterangan ini juga dibantahkan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata saat ekspos penangkapan pelaku.

“Pertama sang suami yang terbangun, karena kalut ketahuan mencuri. Secara spontan pelaku memukul bagian kepala korban dengan brutal dan bagian dada sang suami,” kata Edy saat konferensi pers di Mapolda Banten, Selasa 20 Agustus 2019.

Selanjutnya, istri korban bangun dan langsung dihajar sama secara brutal di bagian kepala oleh pelaku, dan terakhir sang anak bangun dan sama dipukuli secara brutal di bagian kepala.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti (BB) yang diamankan berupa, patok kayu, handphone, sepeda motor dan baju berlumuran darah yang sudah dicuci.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending