Connect with us

METROPOLITAN

Pabrik Semen Merah Putih Dituntut Berikan Ganti Rugi terkait Asap dan Debu Batubara

Published

on

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat menerima souvenier berupa batik khas Lebak dari Cemindo Gemilang di stand Semen Merah Putih pada Lebak Fair 2016 yang diserahkan oleh staf CSR, Aos.(Dok. Cemindo Gemilang)

Serang –  Batubara di pelabuhan khusus PT Cemindo Gemilang, produsen Semen Merah Putih terbakar. Akibatnya, sejumlah kampung di dua desa di Kabupaten Lebak dikepung asap dan debu, Jumat, 23 Agustus 2019.

Menanggapi hal ini Kepala Divisi Advokasi Wahana Hijau Fortuna Daddy Hartadi mengatakan pelaku pencemaran lingkungan harus melakukan pemulihan dan pembersihan lingkungan dari unsur bahaya.

“PT Cemindo Gemilang harus memberikan gantirugi kepada masyarakat korban pencemaran tersebut,” ujar Daddy kepada BantenHits.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu 24 Agustus 2019.

BACA :  Syafrudin-Subadri Unggul di Pilkada Kota Serang, Partai Berkarya Yakin Raih Enam Kursi

Jika PT Cemindo Gemilang tak mau memberikan ganti rugi, kata Daddy, masyarakat Bayah bisa menggugat class action kepada corporate secara perdata dan pidana yang telah lalai melakukan pencemaran.

“Sesuai amanat UU 32 Tahun 2000 tentang PPLH dengan ancaman kurungan  minimal tiga tahun penjara,maksimal 9 tahun dan denda minimal Rp 3 miliar maksimal Rp 9 milyar,” paparnya.

Bukan soal ganti rugi saja, Daddy juga menegaskan, perusahaan wajib melakukan restorasi pemulihan lingkungan dan mengembalikan media lingkungan yang tercemar.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau DLHK Banten akan menurunkan tim untuk meninjau tumpukan Batubara di pelabuhan PT Cemindo Gemilang yang terbakar. 

BACA JUGA: Dua Desa Terpapar dan Asap Batubara PT Cemindo Gemilang, DLHK Banten Akan Tinjau Lokasi

BACA :  Ronaldo Gegerkan Warga Lingkungan Pegantungan, Tewas Mengenaskan dalam Kontrakan

Terbakarnya natubara produsen Semen Merah Putih itu menyebabkan dua kampung, seperti Kampung Sawah dan Kampung Jogjogan di Desa Darmasari, serta Kampung Ciwaru di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Lebak dikepung asap dan debu.

Menurut Husni, apabila debu dari proses pembakaran batubara tidak di kelola dengan baik dan mencemari lingkungan, maka bisa disimpulkan bahwa ini sebuah pelanggaran lingkungan.

BACA JUGA: Dua Desa di Lebak Dihujani Debu dan Asap Batu Bara yang Terbakar di Pabrik Semen Merah Putih

GM Plant PT Cemindo Gemilang Bayah, Tanmin Tan, mengakui jika pada 16 dan 17 Agustus 2019 lalu ada kebocoran di sistem conveyor pemuatan.

“Perbaikan sudah dilakukan secara kontinyu,” katanya seperti dilansir tempo.co.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

BACA :  Tuding Bina Marga Pandeglang Setengah Hati Awasi Pembangunan, Mahasiswa: Kontrol Komisi III 'Mandul'!



Terpopuler