Connect with us

METROPOLITAN

Budidaya Labu Madu dan Agro Wisata di Lahan Kosong di Staisman Pandeglang 

Published

on

Anggota TNI dan pengusaha wisata saat budidaya Labu Madu di Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Mansyur (Staisman). (BantenHits.com/Engkos Kosasih).

Pandeglang – Pengusaha Wisata di Kabupaten Pandeglang, Mulyadi mengembangkan budidaya Labu Madu dan agro wisata di Desa Palurahan, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang. Di lahan seluas lima hektar milik Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Mansyur (Staisman) itu dikelola oleh Kelompok Tani.

Mulyadi mengatakan, selama ini, para petani kekurangan modal untuk menggali potensi yang ada di Pandeglang. Selain itu, para petani juga kesulitan dalam pemasaran hasil tanam. Padahal, permintaan ekspor Labu Madu dari Singapura dan Dubai sangat banyak.

“Sangat di sayangkan Pandeglang yang memliki lahan yang sangat luas tidak berupaya dan mencoba, ini satu kerugian yang luar biasa,” katanya usai penanaman secara simbolis bersama Dandim 0601 Pandeglang, Letkol Inf Denny Juwon Pranata, Rabu, 28 Agustus 2019.

BACA :  Pengurus MUI di Kota Tangerang ‘Pasang Badan’ untuk FPI yang Dihina Pria Berseragam Banser di Surabaya

Kedepan, pemilik wisata Cas Water Park Cikole Pandeglang ini mengaku akan mengembangkan agro wisata di seluruh Kecamatan yang ada di Pandeglang. Bahkan, dia juga siap memberikan permodalan bagi kelompok tani yang membuka lahan untuk menanam Labu Madu.

“Bagaimama setelah panen, kita akan serahkan ke kelompok tani, karena saya hanya membuka jalan saja bagi mereka,” ujarnya.

Selain menanam Labu Madu, dilahan itu juga akan ditanami Labu Merah, Kembang Kol, dan Terong Ungu. Pria yang digadang-gadang sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati Pandeglang berharap agar 2025 Pandeglang bisa mandiri di sektor pertanian.

Sementara Dandim 0601 Pandeglang, Letkol Inf Denny Juwon Pranata menambahkan, permasalahan petani di Pandeglang begitu komplek, sehingga petani membutuhkan bapak asuh untuk memgawal hasil pertanian dari muali tanam sampai markering.

BACA :  Disdukcapil Pandeglang Sebut Keterlambatan e-KTP karena Server Pusat Bermasalah

“Semoga kedepan ada bapak asuh lagi, yang siap bekerjasama dengan petani, sehingga ada kerjasama yang menguntungkan bagi mereka, petani bisa mandiri dan tidak bergantung pada program pemerintah. Karena ini tidak menguntungkan bagi ekonomi suatu wilayah,” tambahnya.

Bahkan TNI juga siap mengawal pertanian yang ada di Kabupaten Pandeglang agar bisa mandiri.

“Dan kami disini akan mengawal pertanian, ada kerjasama anatara intistusi TNI dengan Kementrian Pertanian dalam bidang pangan maupun pertanian,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler