Connect with us

METROPOLITAN

Pejabat Pemkab Pandeglang Akan Dipolisikan Ansor setelah Diduga Hina Banser di Facebook

Published

on

Unggahan Rahmat Zultika, pejabat Pemkab Pandeglang di Facebook yang diduga menghina Banser menuai reaksi. Rahmat terancam dipolisikan Ansor Pandeglang. Saat yang bersamaan yang bersangkutan langsung meminta maaf terkait postingannya. (Tangkap layar Facebook/kolase BantenHits.com)

Pandeglang – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat Pemkab Pandeglang Rahmat Zultika terancam dilaporkan ke Polres Pandeglang oleh GP Ansor Pandeglang karena diduga menghina Banser dalam postingan di Facebook.

Rahmat Zultika diketahui menjabat Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang. 

Dalam unggahan melalu Facebook pribadinya itu, Rahmat Zultika melontarkan pernyataan yang diduga menghina Banser. Dia menyebut bahwa Banser diam saja terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM), bahkan terkesan tidak berani.

BACA :  HUT ke-15 Banten, Kumala Pertanyakan Komitmen Pemrov Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

OPM merupakan organisasi yang pro kemerdekaan Papua, bahkan OPM sendiri sering kontak senjata dengan TNI-Polisi hingga memakan korban, salah satunya anggota Polda Papua, Briptu Heidar yang tewas ditangan anggota OPM.

“Banser yg moncongnya bilang NKRI harga mati. Terhadap sparatis OPM langsung mingkem. Ga (Enggak) ada suaranya. Plongo,” tulis Rahmat dalam unggahan Facebooknya yang dilihat BantenHits. com, Kamis, 29 Agustus 2019.

Saat ini, unggahan pria yang hobi mendaki gunung ini langsung dihapus setelah mendapat reaksi negatif dari netizen. Menyusul reaksi itu, Rahmat langsung melontarkan permohonan maaf. Namun, tidak disebutkan permohonan maaf tersebut kepada siapa.

“Saya mohon maaf atas pernyataan saya yang emosional terhadap…,” katanya.

BACA :  Sakit Hati Lamaran Kerja Selalu Ditolak, Warga Tigaraksa Nekat Letakkan Benda Mirip Bom di Depan Pabrik

Menanggapi hal itu, Ketua PC Ansor Kabupaten Pandeglang, Lukmanul Hakim menjelaskan ada dua langkah yang akan ditempuh Ansor dalam menyikapi unggahan Rahmat yakni melaporkan Rahmat ke Polisi dan akan sowan ke Pendopo Bupati Pandeglang.

“Terkait unggahan itu, ada dua kegiatan yang akan kita tempuh. Pertama sowan ke pendopo kedua melaporkan Rahmat ke aparat penegak hukum,” kata Lukman saat dihubungi BantenHits.com, Kamis, 29 Agustus 2019.

Lukman juga menuntut agar Pemerintah Kabupaten Pandeglang memberikan sanksi tegas kepada Rahmat, karena karena Lukman menilai, Rahmat tidak memiliki etika sebagai ASN.

“Pertama tuntunan kami, harus ada sanksi tegas dari Pemkab Pandeglang dan kedua terkait penegakan hukum, kita pasrahkan kepada aparat yang berwenang (Polisi),” jelasnya.

BACA :  Bupati Lebak Lepas 58 Qori dan Qoriah Terbaik

Lukman mengaku unggahan tersebut membuat ulama NU ikut sakit hati. Oleh karena itu, untuk menjaga kondusivitas, Ansor langsung melaporkan Rahmat kepada  Polisi.

“Kenapa kami bertindak cepat, karena unggahan (Rahmat di Facebook) langsung mengundang reaksi dari ulama-ulama kami, sehingga kami langsung melaporkannya, agar Pandeglang tetap kondusif,” tandasnya.

Terkait unggahan di Facebook Rahmat Zultika, BantenHits.com sudah berupaya menghubungi yang bersangkutan melalui aplikasi WhatsApp. Namun, belum ada tanggapan, karena yang bersangkutan tengah melangsungkan ibadah haji di Mekah.

Hingga berita ini dipublish, BantenHits.com akan terus mengupayakan konfirmasi dari yang bersangkutan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
10 Comments

10 Comments

  1. Cristian Jolodong

    30/08/2019 at 14:09

    Faktanya mmg gitu. Bisanya cm lapor, kenapa gak menunjukkan konsistensinya bahwa nkri harga mati…

    • Mohammad kholil

      30/08/2019 at 18:31

      Padahal pas menunaikan ibadah haji ya… Cangkemnya kok gitu yaaa

    • Risaf

      30/08/2019 at 18:43

      Itu bukan penghinaan. Tapi berkata jujur.

    • Mbah garong

      30/08/2019 at 22:45

      Kalo memang harga mati, buktikan dong.
      Kok bisanya cuma lapor doang.

      Cerdas apa licik

      Cerdas itu smart dalam konsistensi tindakan, kalo ngeles namanya munafik.

  2. Antoni Panjaitan

    30/08/2019 at 18:24

    Biarkan hukum berkeadilan di tegakan.

  3. Kk

    30/08/2019 at 21:33

    Itu namanya kritikan bukan hinaan bung,.hadeuhh.buktikan dong datang ke papua biar nyata perkataan sama perbuatan sejalan.

  4. Ucok

    30/08/2019 at 23:57

    Setuju Mas Cristian.. Memang faktanya begitu ? Kenapa melaporkan pejabat yg seolah2 pejabat pemerintahan lebih rendah dari organisasi.

  5. Ucok

    30/08/2019 at 23:59

    Gubernur Papua jelas anti NKRI mengatakan di video Papua Tanah Israel ke dua kok tidak mereka laporkan?

  6. Agung

    31/08/2019 at 04:39

    Tiduk perlu dihina, mereka sudah hina dan terhina.

  7. I am nahdliyin

    31/08/2019 at 08:08

    Karna banser tau kapasitasny,
    Kalo mas ny ga paham, lbh baik ngeliat saja dr rmh, smbil mnum kopi dtemeni pisang goreng, ga baik kkutan mnyulut api ditengah2 lahan yg terbakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler