Connect with us

METROPOLITAN

Kementerian PUPR Hibahkan Sejumlah Infrastruktur di Kampung Wisata Cikadu Pandeglang

Published

on

Bangunan yang dibangun Kementerian PUPR di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Kampung Wisata Cikadu, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. (Istimewa)

Pandeglang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Kementerian PUPR menghibahkan sejumlah infrastruktur di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Kampung Wisata Cikadu, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Pembangunan KSPN Tanjung Lesung yang dilakukan sejak 2016 hingga 2018 dengan total anggaran sebesar Rp 80,9 miliar melalui Ditjen Cipta Karya tersebut, terdiri dari jalan menuju Kampung wisata Cikadu dan sejumlah gedung penunjang dan fasilitasnya.

“Setelah diserahkan ke daerah, bisa di manfaatkan oleh daerah secara penuh dan jika sudah menjadi aset daerah bisa di tarik retribusi oleh daerah,” kata Perwakilan Direktorat Pengembangan Pengawasan Permukiman Kementrian PUPR, Widyananda usai penyerahan aset kepada Pemkab Pandeglang, Kamis, 5 September 2019.

Sementara Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku belum menandatangani berkas hibah yang diserahterimakan oleh Kementrian PUPR, karena belum melakukan krosceek ke tempat tersebut. Irna khawatir, setelah ditandatangan, bangunan tersebut sudah ada yang rusak.

“Kita kan di akhir tahun ini belum ada anggaran, gimana kalau kentengnya atau yang lainnya rusak. Jadi hibah itu belum saya tandatangan, karena sebelum serah terima saya harus lihat dulu,” katanya.

Menurut Irna, tempat yang berada di Buffer Zone KEK Tanjung Lesung itu akan dikelola oleh pihak sewasta yang berkompeten di bidang pengembangan pariwisata, agar dapat menarik wisatawan, karena tempat tersebut sangat ekslusif.

“Jadi kami mencari mitra, tapi tadi saya sampaikan bisa dikelola enggak oleh PT BWJ (Pengelola KEK Tanjung Lesung) Meski mereka yang memberikan tanah, tapi itungan kami bisnis. Berapa bisa masuk ke PAD kita, sanggup berapa, nanti di lelangkan, sehingga mereka yang mengelola,” ungkapnya.

Kendati demikian, Irna memastikan jika masyarakat di wilayah Panimbang masih bisa menggunakan fasilitas tersebut untuk kegiatan yang ada di desa maupun Kecamatan.

“Tetapi kegiatan kampung, kecamatan bisa menggunalan fasilitas tersebut, supaya ramah dan familiar dengan seluruh masyarakat disana. Selama ini mereka bisa memiliki asal bisa merawatnya,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending