Connect with us

OLAHRAGA

Oknum Suporter di Cilegon Serang Hotel Gondang Tempat Menginap Pemain Persiraja Banda Aceh

Published

on

Salah seorang karyawan Hotel Gondang menunjukan kaca yang pecah diduga diserang oknum suporter di Cilegon. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Cilegon – Sekelompok massa diduga suporter sepakbola di Kota Cilegon, menyerang Hotel Gondang di Jalan Tirtayasa, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Jumat malam, 6 September 2019.

Hotel Gondang diketahui merupakan tempat menginap pemain Persiraja Banda Aceh. Aksi penyeranhan dilakukan beberapa saat setelah laga Cilegon United vs Persiraja Banda Aceh digelar di Stadion Krakatau Steel, Jumat sore. Laga dimenangkan kesebasan tuan rumah dengan skor 2-0.

Wartawan BantenHits.com Iyus Lesmana melaporkan, akibat penyerangan massa, kaca hotel yang berada tepat di pintu masuk mangalami kerusakan.

“Memang benar ada sekelompok massa entah dari suporter mana datang ke hotel di mana pemain Persiraja Banda Aceh menginap. Dan tiba-tiba melempar kaca hotel hingga pecah,” ujar Jueni Suhada pemilik Hotel Gondang saat dikonfirmasi, Sabtu, 7 September 2019.

Saat dikonfirmasi terkait kerugian yang dialami, pria yang akrab dipanggil Joni ini enggan berkomentar banyak. Namun ia hanya menyebutkan kerusakan yang dialami pihak hotel tidak terlalu parah.

“Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan tamu yang ada di hotel. Kerusakanya sih hanya pada kaca saja tidak terlalu besar semoga semuanya dapat berjalan dengan kondusif tidak ada keributan lah,” bebernya.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, saat mendapatkan informasi adanya penyerangan pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan.

“Setelah mendapatkan informasi kita langsung melakukan pengamanan di lokasi, kita lakukan olah TKP dan kondisinya sudah berjalan dengan normal. Selain itu untuk meminimalisir adanya hal-hal tidak diinginkan pemainnya juga sudah kita berangkatkan ke bandara.” ujarnya.

Teror Sebelum Pertandingan

Dilansir laman AcehFootball.com, berdasarkan informasi dari pemain tim berjuluk Lantak Laju, selama di Cilegon, Fery Komul dan kolega mendapat teros habis-habisan untuk para oknum suporter tuan rumah.

Kapten Persiraja, Mukhlis Nakata menyebutkan, kejadian teror bermula sejak Kamis, 5 September 2019 malam.

“Mereka bakar petasan, geber-geber motor, diganggu kita istirahat,” ujarnya.

Disebutkan, mereka diteror sampai pukul dua dini hari. Tak cukup sampai di situ, aksi anarkis kembali dirasakan rombongan Persiraja setelah tiba di Hotel Gondang, Cilegon tempat tim menginap.

Kata dia, pada mulanya, perjalanan dari stadion menuju hotel aman-aman saja. Karena bus yang ditumpangi mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian.

Namun, begitu polisi balik kanan, hotel tempat Persiraja menginap diserang oleh sekelompok suporter.

“Kaca lobby hotel habis pecah dilempari suporter, mobil bus panpel yang kami naiki juga pecah dilempari usai antar kami,” kata mantan pemain PSAB Aceh Besar itu.

“Mereka dendam sama kita, padahal pertandingan berjalan aman. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian sudah terkendali. Polisi sudah datang ke hotel mengantisiasi serangan susulan.”

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Trending