Connect with us

METROPOLITAN

Bantah Adanya Dugaan Praktik Penjualan Buku Pelajaran, Guru SDN I Saruni: Mungkin Inisiatif Paguyuban Wali Murid

Published

on

FOTO: SDN 1 Saruni. (Engkos Kosasih/BantenHits).

Pandeglang- Sejumlah wali murid SDN 1 Saruni Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang mengeluhkan adanya dugaan praktik penjualan buku yang dilakukan pihak sekolah. Padahal, 20 persen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diperuntukan membeli buku pelajaran yang dapat dipinjamkan kepada siswa.

Informasi yang dihimpun, SDN Saruni I melakukan peaktik jual beli buku Bupena terhadap murid kelas 1, 2 dan 6 B dengan harga Rp 82.000 – 90.000. Pihak sekolah juga menggunakan wali murid untuk mengkolektif pembelian buku tersebut.

Baca Juga: SDN 1 Saruni Diduga Jual Buku Pelajaran Harga Rp90 Ribu, Proses Pembayaran Dilakukan di Belakang Sekolah 

Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah membantah keras atas adanya dugaan praktik penjualan buku pelajaran kepada siswa.

Menurut Wali Kelas 6 B, Udin adanya dugaan penjualan buku tersebut bermula dari himbauan pihak sekolah yang menyarankan agar murid mencari materi pembelajaran lain, karena materi yang ada di sekolah kurang lengkap, sementata kelas 6 akan menghadapi ujian akhir sekolah (UAS).

“Saya menyarankan murid untuk mencari materi sebanyak-banyaknya. Nah, mungkin disana timbul inisiatif dari paguyuban wali murid untuk membeli buku. Tapi yang jelas pihak sekolah tidak menjual buku ke murid, malah pihak sekolah sering meminjamkan buku ke murid untuk di bawa pulang, itu pun di bawa lagi ke sekolah,” kata Udin, Rabu, 11 September 2019.

Sementara Kepala Sekokah SDN Saruni I, Susilawati mengaku sudah memberikan klarifikasi dari Dindikbud Pandeglang. Dari hasil klarifikasi itu, dia mengklaim tidak ada penjualan buku pelajaran di sekolah.

“Dari dinas sudah kesini, Korwil sudah kesini. Tidak ada penjualan buku, tetapi kalau orang tua mau beli buku silahkan, tetapi belinya tidak di sekolah,”kilahnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending