Connect with us

METROPOLITAN

Perseteruan soal Papua Berlanjut, GP Ansor Laporkan Pejabat Pandeglang ke Inspektorat dan BKD

Published

on

GP Ansor Pandeglang saat melaporkan Rahmat Zultika ke Inspektorat dan BKD Pandeglang. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Perseteruan GP Ansor Pandeglang dengan salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Pandeglang yang menjabat Sekretaris DPUPR Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika masih belum mereda.

Setelah melapor ke Polres Pandeglang,
GP Ansor Pandeglang kembali melaporkan Rahmat Zultika ke Inspektorat dan BKD Kabupaten Pandeglang itu, Rabu, 11 September 2019.

Ketua GP Ansor Pandeglang, Lukmanul Hakim mengatakan setelah melaporkan sejumlah berkas dugaan penghinaan terhadap Banser, dia menyerahkan semua proses kepada Inspektorat dan BKD. 

“Ini harus secepatnya di proses, karena RZ ini ASN yang sudah melakukan tindakan yang tidak beradab. Tuntutan kasih sangsi yang tegas, adapun sangsinya berupa apa, kami serahkan ke Pemkab Pandeglang,” kata Lukman, Rabu, 11 September 2019.

BACA JUGA: Resmi Dilaporkan GP Ansor, Pejabat Pandeglang Akui Postingannya di Facebook Emosional

Sebelumnya, GP Ansor resmi melaporkan Rahmat Zultika salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Pandeglang ke Polres Pandeglang terkait unggahan Facebooknya yang diduga menghina barisan Ansor serbaguna atau Banser.

Laporan pengaduan nomor 009/PC-X/SL-01/VIII/2019 itu diserahkan langsung oleh Ketua PC GP Ansor Pandeglang, Lukamnul Hakim bersama rekan-rekan Ansor pada Kamis malam tanggal 29 Agustus 2019.

Menunggu Proses di Inspektorat

Kepala BKD Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengaku menunggu proses yang dilakukan Inspektorat terlebih dahulu. Pasalnya, tindakan yang dilakukan oleh BKD dasarnya dari Inspektorat.

“Kita tinggal menunggu hasil yang di sampaikan oleh Inspektorat. Kalau prosesnya cepat, kita juga akan menanganinya cepat,” kata Fahmi.

BACA JUGA: Dapat Jaminan Keamanan dari Bupati, Pelajar Papua di Pandeglang Merasa Nyaman

Inspektur Inspektorat Olis Sholihin menambahkan, akan secepatnya memproses laporan yang di sampaikan oleh GP Ansor Pandeglang, setelah oknum ASN tersebut masuk kerja.

“Kami harus laporan dulu ke Pak Sekda, setelah tu kami akan memproses, tapi yang bersangkutan masih cuti haji. Kalau sudah masuk baru kita panggil. Adapun nantu untuk sangsi nanti kita bahas dengan pak Sekda dan BKD,” jelasnya.

Permohonan Maaf

Rahmat Zultika yang ketika dilaporkan tengah menjalankan Ibadah Haji, melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com, 30 Agustus 2019, mengaku sudah meminta maaf atas unggahannya yang menyinggung Banser.

“Saya sudah menyampaikan permohonan maaf. Ini emang kesalahan saya, terlalu emosional, kurang hati-hati. Saya berkeyakinan bahwa Banser organisasi Islam, dam saya salah satu umat Islam yg meminta maaf atas kesalahan ini,” katanya.

Saat ditanya terkait unggahanya dilaporkan ke Polres Pandeglang, Rahmat menanggapi santai dan akan menghadapi laporan tersebut.

“Tidak ada masalah yang tidak berujung, Insya Allah. Minta doanya saja,” tandasnya.

BACA JUGA: MUI Banten Ingin Masyarakat Tak Terprovokasi Isu Kericuhan Papua

Sebelumnya unggahan Facebook Sekertaris DPUPR Pandeglang itu, tampak melontarkan kata-kata kasar terhadap Banser. Dia menyebut bahwa Banser diam saja terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM), bahkan terkesan tidak berani.

OPM merupakan organiasi yang pro kemerdekaan Papua, bahkan OPM sendiri sering kontak senjata dengan TNI-Polisi hingga memakan korban, salah satunya anggota Polda Papua, Briptu Heidar yang tewas ditangan anggota OPM.

“Banser yg moncongnya bilang NKRI harga mati. Terhadap sparatis OPM langsung mingkem. Ga (Enggak) ada suaranya. Plongo,” tulis Rahmat dalam unggahananya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending