Connect with us

METROPOLITAN

Terungkap! Begini Cara Mahasiswi di Tangerang Habisi Bayi Hasil Zina hingga Kondisinya Mengerikan

Published

on

bayi perempuan ditemukan di cimanuk

Sesosok bayi ditemukan di Cimanuk, Pandeglang. Bayi tersebut dalam keadaan hidup meski kondisinya sudah dikerubuti semut. (Dok.BantenHits.com)

Tangerang – Warga Perumahan Korpri geger menyusul ditemukannya mayat bayi di dalam kantong plastik warna hitam di depan rumah salah seorang warga di Blok J2/6, RT 006/009, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Senin, 9 September 2019 pukul 11.30 WIB siang.

Mayat bayi yang berusia 5-6 dalam kandungan itu ditemukan dalam keadaan kaki dan tangan terputus. Polisi memperkirakan jasad korban sempat dimakan binatang hingga hancur.

Sehari setelah penemuan jasad bayi malang ini, seorang mahasiswi di Tangerang berinisial RF (20) warga Griya Serpong Asri, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menyerahkan diri ke Polsek Cisauk.

Kepada polisi RF mengakui dirinya melakukan hubungan intim dengan pacarnya hingga akhirnya hamil. RF nekat mengaborsi bayi dalam kandungannya itu, lalu membuangnya

BACA JUGA: Berzina sama Pacarnya Lalu Hamil, Bayi yang Dikandung Mahasiswi di Tangerang Kondisinya Mengerikan

Menurut Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) AKP Muharam Wibisono RF mengaborsi janin dengan meminum obat peluntur janin.

“Tersangka RF diberikan obat aborsi sebanyak 1 strip (isi 10 butir) yang dibawa tersangka JN (21),” kata Muharam seperti dilansir detikcom, Rabu malam, 11 September 2019.

Muharam mengatakan, bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap RF dan kekasihnya, JN. RF diketahui mengandung setelah memeriksakan ke klinik di Ciputat pada April 2019 lalu.

“Setelah mengecek ke klinik didapati fakta bahwa kandungan tersangka RF sudah berusia 6 bulan,” kata Muharam.

Sepulang dari klinik tersebut, pasangan itu kemudian memutuskan untuk menggugurkan kandungan tersebut. Hingga akhirnya pada Sabtu , 7 September 2019, RF dan JN bertemu di sebuah penginapan di Pondok Labu, Jaksel dan saat itu JN memberi 10 butir obat aborsi kepada kekasihnya.

“Dia minum obat sekitar pukul 13.00 WIB. Kemudian satu jam kemudian sekitar pukul 14.00 WIB tersangka RF kembali mengkonsumsi obat tersebut,” lanjut Muharam.

Sekitar pukul 19.00 WIB, RF pulang ke rumahnya. Kemudian sekitar pukul 23.30 WIB, RF merasa mulas-mulas.

“Tersangka RF masuk ke dalam kamar mandi, pada saat di dalam kamar mandi tersangka RF juga merasakan perut yang sakit dan kemudian keluarlah janin yang berada di dalam rahim tersangka RF,” jelasnya.

RF kemudian mengambil plastik hitam dan memasukkan janinnya itu ke dalam kantong plastik. Pada Minggu dini hari, 8 September 2019, RF keluar dari rumah dan membawa janin yang diletakkan di dalam kantong plastik dan menuju ke halaman rumah kosong di Perumahan Korpri.

RF kemudian menggali tanah di halaman kosong itu dengan menggunakan asbes. Dia kemudian memasukkan janin di kantong plastik itu ke dalam lubang galian tadi dan menutupnya kembali dengan tanah.

“Kemudian sekitar pukul 07.00 WIB tersangka RF pulang ke rumah orang tuanya yang berada di Griya Serpong Asri Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang,” tandasnya.

Kini RF dan kekasihnya JN harus mempertanggungjawbakan perbuatannya. Mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Cisauk.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending