Connect with us

METROPOLITAN

Dua Pekan Warga Perbatasan Banten-Jabar MCK di Kali Cibeber, Pemkab Didesak Distribusikan Air Bersih

Published

on

Ilustrasi kekeringan. Warga saat mengambil air dari sebuah mata air. Kekeringan menyebabkan warga sulit mendapat air bersih. (Banten Hits/Iyus Lesmana)

Lebak- Sejumlah warga di Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak mulai mengalami kesulitan air bersih. Dilaporkan sejak dua pekan terakhir mereka terpaksa Mandi Cuci Kakus (MCK) di Kali Cibeber.

Kekeringan disebabkan musim kemarau yang berkepanjangan dan sumber mata air di wilayah sekitar juga mulai mengalami penyusutan.

“Ya, sudah dua pekan warga Cijengkol MCK ke kali Cibeber karena kekeringan,”kata Anggota DPRD Banten, Iip Makmur kepada BantenHits, Jumat, 20 September 2019.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendesak pemerintah daerah segera mendata potensi wilayah yang dilanda kekeringan. Ia meyakini tak hanya Desa Cijengkol saja yang mengalami kekeringan.

“Tentunya pendataan lebih dulu wilayah mana saja yang terdampak kekeringan dan mengakibatkan  dampak lain seperti wabah penyakit,”terangnya.

Iip menyarankan agar semua pihak bekerjasama untuk mengatasi persoalan kekeringan di Kabupaten Lebak agar tidak terjadi hal-hal yang tak di inginkan.

“Perlu kerjasama semua steakholder bukan hanya bantuan air bersih saja tapi perlu pencegahan juga dari dampak kekeringan tersebut,”imbuhnya.

Sementara Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Lebak, Madlias mengaku belum menerima adanya laporan kekeringan di Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng.

Ia menegaskan belakangan ini pemerintah daerah dan beberapa pihak juga telah menyalurkan bantuan air bersih di beberapa wilayah Lebak Selatan yang mengalami kekeringan mulai dari Cijaku hingga Bayah.

“Kalau Cijengkol kita belum ada laporan. Kalau ada laporan pasti kita bantu distribusikan air bersih namun di lihat juga kondisi akses jalannya memungkinkan untuk dilalui kendaraan atau tidak,”tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending