Connect with us

METROPOLITAN

Lebak Serang Pandeglang Diguncang Aksi Massa, Rombongan Wapres Dilempar Molotov

Published

on

Prajurit Batalyon Mandala Yudha saat melumpuhkan perusuh yang menyerang rombongan wapres dalam sebuah simulasi latihan pengamanan. (FOTO: Sok. Batalyon Mandala Yudha)

Serang – Aksi massa yang memprotes kebijakan pemerintah Indonesia terjadi serempak di sejumlah wilayah di Banten, seperti Kabupaten Lebak, Kota Serang, hingga Pandeglang.

Meluasnya aksi massa membuat Prajurit Batalyon Mandala Yudha melakukan pengamanan dan pengawalan ketat terhadap rombongan VVIP wakil presiden di sepanjang rute perjalanan Jakarta – Serang – Pandeglang, Sabtu, 21 September 2019 mulai 09.00 WIB.

Meski pengawalan ketat telah dilakukan, sekelompok perusuh yang menyusup dalam aksi massa, nekat melemparkan bom molotov kepada rombongan wapres. Peristiwa terjadi saat rombongan melintas di depan PT Alpluse dan PT MCP Jelly di kawasan Citeras, Kabupaten Lebak.

Berkat kesigapan prajurit Batalyon Mandala Yudha, pelemparan molotov tersebut bisa langsung diatasi. Rombongan pun melanjutkan perjalanan menuju Kota Serang.

Namun, saat rombongan tiba di depan kantor wali kota Serang, massa pemrotes terlibat kerusuhan. Aksi tersebut membuat iring-iringan rombongan wapres menjadi tersendat dan sempat terhenti sehingga tim pengaman dan pengawalan bereaksi cepat untuk melindungi rombongan VVIP RI 2. 

Prajurit Batalyon Mandala Yudha saat simulasi pengamanan pejabat negara. (Dok.Batalyon Mandala Yudha)

Setelah kondisi dinyatakan aman, rombongan pun kembali melanjutkan perjalanan ke arah Pandeglang. Namun, lagi-lagi gangguan kembali terjadi. Bom berjenis low explosive meledak di Kawasan Alun-alun Pandeglang.

Rombongan wapres terhenti, sehingga tim pengaman dan pengawalan wapres melakukan evakuasi secara cepat dan sigap terhadap wapres untuk menuju tempat yang lebih aman dan mengganti rute perjalanan yang ada.

Seluruh rangkaian cerita di atas merupakan bagian dari simulasi latihan yang dilakukan oleh 32 prajurit Batalayon Mandala Yudha sebagai kelompok Matan Perjalanan dalam Operasi Pengamanan dan Pengawalan VVIP yang diaplikasikan dengan menggunakan kendaraan bermotor .

“Simulasi operasi pengamanan dan pengawalan VVIP ini diumpamakan apabila ada pejabat negara dan tamu mancanegara yang sedang melaksanakan perjalanan khususnya menggunakan transportasi darat tiba-tiba mengalami gangguan di tengah perjalanan,” kata Koordinator Materi Operasi Pengamanan dan Pengawalan VVIP Letda Arh Radix Cecario.

“Maka prajurit Batalyon Mandala Yudha yang diminta menjadi kelompok pengawalan dan penyelamatan, sudah siap dengan kecepatan dan ketepatannya melakukan tindakan pengamanan dan pengawalan taktis apabila ada gangguan yang membahayakan keselamatan VVIP selama di perjalanan,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syhadana

Trending