Connect with us

METROPOLITAN

Bantah Aksinya Hanya Ikut-ikutan, Anak STM di Lebak Ungkap Pernyataan Mengejutkan saat Tolak RKUHP dan UU KPK bareng Mahasiswa Banten

Published

on

Rudiana, anak STM dari Lebak yang bergabung bersama mahasiswa Banten menolak RKUHP dan UU KPK. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Banten, untuk kedua kalinya turun ke jalan menolak RKUHP dan UU KPK, serta RUU lainnya yang bermasalah, Jumat, 27 September 2019.

Dalam aksinya kali ini, ratusan siswa dari berbagai sekolah di Banten turut bergabung menyuarakan suara rakyat bersama mahasiswa.

Kehadiran ratusan pelajar yang mayoritas berasal dari STM alias SMK ini, tak hanya sekadar ikut-ikutan. Mereka menyebut kebijakan yang dibuat pemerintah bersama DPR RI banyak yang tidak memihak terhadap rakyat.

Rudiana, salah seorang pelajar asal Kabupaten Lebak dari SMKN 1 Cibadak, saat diwawancara awak media terlihat menguasai isu yang saat ini terjadi di Indonesia.

BACA :  Senin, Polres Kota Serang Mulai Beroperasi

“Mereka itu namanya saja dewan perwakilan rakyat, tapi keputusan-keputusan mereka tidak mewakili rakyat. Hanya untuk kepentingan kelompok mereka,” kata Rudiana. 

“Kami sebagai pelajar dan sebagai warga negara kami tidak terima atas keputusan mereka yang tidak manusiawi,” sambungnya.

Rudiana menyebut, keputusan-keputusan DPR dan pemerintah saat ini selalu bertentangan dengan kondisi kehidupan masyarakat. 

Is juga menilai banyak rancangan kitab undang-undang hukum pidana (RKUHP) yang berisi sejumlah pasal ‘nyleneh’ bisa membuat permusuhan di lingkungan masyarakat maupun tetangga.

“Tentang (pasal) ayam masuk lahan orang. Gara-gara itu bisa hancur kekeluargaan yang sudah lama terbangun di masyarakat,” paparnya.

Soal suami bisa dijerat pasal pemerkosaan jika memaksa istri berhubungan intim juga turut jadi sorotan Rudiana.

BACA :  Tim Saber Pungli Polda Banten OTT di Disdukcapil Pandeglang

“Untuk apa mereka menikah kalau dilarang bersetubuh menurut kami jangan mengurusi hal yang sekecil itu karena itu bisa menghancurkan warga yang lebih baik saja peraturan-peraturan yang lebih tinggi,” pungkasnya. 

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus seperti UIN SMH Banten, Untirta, UNIBA, dan kampus lainya memulai aksi dengan long march dari depan kampus UIN SMH Banten menuju Alun-alun Barat Kota Serang yang jadi pusat aksi.

Sejumlah perwakilan mahasiswa bergantian menyampaikan orasi. Mereka juga meneriakan yel-yel mengecam kebijakan pemerintah dan DPR.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler