Connect with us

METROPOLITAN

Fakta Mencengangkan terkait Penangkapan Purnawirawan TNI dan Dosen PTN yang Diduga Akan Bikin Chaos Aksi Mujahid 212

Published

on

Kerusuhan pecah di Jakarta

Ilustrasi: Kerusuhan pecah di Jakarta, Rabu dini hari, 22 Mei 2019. (Foto: suara.com)

Tangerang – Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Densus 88 menangkap enam orang di dua titik yang berbeda di Kota Tangerang, sepanjang Sabtu dini hari hingga sore, 28 September 2019. Mereka diduga hendak membuat chaos pada Aksi Mujahid 212.

Dilansir viva.co.id, enam orang yang ditangkap yakni SS, seorang purnawirawan TNI; AB, seorang dosen perguruan tinggi negeri di Bogor; SU (wiraswasta), YF (karyawan swasta), SG (karyawan swasta), dan AU (wiraswasta).

Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, AKBP Dicky Ario mengatakan, penangkapan terhadap enam orang ini dilakukan di Jalan Hasyim Ashari dan Perumahan Taman Royal 2, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

BACA :  Angka Kecelakaan di Tangerang Meningkat, Kapolres Akan Evaluasi Jajaran Satlantas

“Ada 6 orang yang diamankan. Barang bukti yang kami sita yakni 29 bahan peledak jenis bom molotov, handphone, KTP dan dompet. Kami dari pihak Polres hanya back up saja. Petugas yang turun Jatanras Krimum dan Densus,” kata Dicky seperti dilansir Tribunnews.com, Minggu, 29 September 2019.

Jenderal Bintang Satu dan Caleg DPR

SS diketahui merupakan purnawirawan TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir jenderal bintang satu.

Dalam tayangan live TV One, Minggu sore, 29 September 2019,SS, purnawirawan TNI yang ditangkap diketahui menjadi caleg DPR dari Partai Berkarya pada Pemilu 2019.

Terpantau dari kediaman SS, suasana rumah itu terlihat sepi. Terlihat dua unit kendaraan yang diparkir di rumah SS. Sejauh ini belum terlihat adanya garis polisi di kediaman SS.

BACA :  Peredaran Miras di Pontang Serang Resahkan Warga

Berbeda dengan informasi yang disampaikan polisi, warga di sekitar perumahan SS menyebut SS ditangkap sejak Jumat, 27 September 2019.

SS disebut-sebut berperan memberikan bom molotov tersebut kepada OS. SS juga menentukan target dan selaku koordinator aksi untuk membuat huru-hara.

Dosen PTN di Bogor

Kasubag Humas Polrestro Tangerang, Kompol Abdul Rachim, menjelaskan enam pelaku dan peran masing-masing.

Dilansir Tribunnews.com, AB diduga sebagai aktor intelektual dalam rencana chaos ini. AB tercatat sebagai dosen perguruan tinggi negeri di Bogor, Jawa Barat.

“Dari semua yang ditangkap, masing-masing memiliki peran,” ucap Abdul Rochim.

AB berperan menyuruh membuat bahan peledak jenis bom. Sebanyak 29 bahan peledak jenis bom molotov pun disita polisi dari lokasi penangkapan.

BACA :  Tiga Wakil Rakyat di Banten Turun ke Tengah Aksi Mahasiswa yang Tolak UU Cipta Kerja; "Kami Telah Surati Pemerintah Pusat"

Kepala Biro Komunikasi IPB, Yatri Indah Kusumastuti mengatakan masih mencari informasi terkini dari kepolisian. Yatri menegaskan, segala kegiatan yang dilakukan AB tak ada kaitannya dengan kampus.

Pemberitaan yang menyebutkan AB ditangkap, kata Yatri, membuat IPB terkejut dan prihatin.

“Perlu kami sampaikan bahwa dugaan aktivitas yang dilakukan adalah tidak ada kaitannya dengan tugas yang bersangkutan sebagai dosen IPB dan menjadi tanggung jawab penuh yang bersangkutan sebagai pribadi. Terkait masalah ini IPB menghormati proses hukum yang berlaku,” jelas Yatri seperti dilansir Kumparan.com.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler