Connect with us

METROPOLITAN

Surat Perintah Selama Tugas Militer Tergeletak di Meja, Anak Jenderal Bintang Satu yang Ditangkap Densus 88 Ungkap Hal Ini

Published

on

Penggerebekan Teroris di Tangerang

Foto Ilustrasi: Densus 88 menggerebek kediaman teroris beberapa waktu lalu di Tangerang.

Tangerang – Laksamana SS, seorang purnawirawan TNI AL ditangkap bersama lima orang lainnya ditangkap tim gabungan Polda Metro Jaya dan Densus 88 sepanjang Sabtu dini hari hingga sore, 28 September 2019. Mereka diduga hendak membuat chaos pada Aksi Mujahid 212.

Penangkapan dilakukan di dua titik, yakni di rumah SS, Perumahan Taman Royal 2, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang dan Jalan Kiai Hasyim Ashari, Kota Tangerang.

BACA JUGA: Fakta Mencengangkan terkait Penangkapan Purnawirawan TNI dan Dosen PTN yang Diduga Akan Bikin Chaos Aksi Mujahid 212

SS diketahui merupakan purnawirawan TNI Angkatan Laut dengan pangkat terakhir jenderal bintang satu.

BACA :  Statusnya Masih Negatif, Warga Kota Tangerang yang Dipantau terkait Virus Corona Jadi 20 Orang

Abdul Hakim (32) anak SS mengungkapkan, rumah yang digerebek di Perumahan Taman Royal 2 memang kerap dijadikan tempat kumpul oleh rekan – rekan ayahnya.

“Sebenarnya kalau rumah keluarga itu di Cipondoh Makmur. Di situ ada ibu saya tinggal. Kalau di sini hanya kumpul saja untuk teman – teman saya dan juga ayah,” ujar Hakim seperti dilansir Warta Kota, Minggu, 29 September 2019.

Hakim mengaku kaget mengetahui ayahnya diamankan oleh aparat. Terlebih dengan kasus rencana membuat chaos Aksi Mujahid 212.

“Saya juga bingung apa memang benar ayah saya seperti yang disangkakan itu,” ucapnya.

Mendapat kabar tersebut, Hakim langsung bergegas mendatangi tempat lokasi penggerebekan. Ia yang bermukim di Depok baru sampai Tangerang pada saat petang.

BACA :  Kapolres Serang Sembelih Sapi Berbobot 800 Kilogram

“Saya melihat kondisi rumah sudah acak – acakan. Ada surat perintan di atas meja. Saya kira itu surat perintah penangkapan, enggak tahunya setelah saya baca itu surat perintah tugas selama ayah saya dinas sebagai militer,” kata Hakim.

Hakim pun menunjukan isi rumah ini. Kediaman tersebut berlantai dua.

Di bagian ruang tamu terdapat foto – foto keluarga. Ada satu kamar tidur dan kamar mandi yang digeledah petugas.

“Kamar acak – acakan. Isi lemari dibongkar. Begitu juga di kamar mandi sampai plafon atas diperiksa,” ungkapnya.

Menurutnya polisi juga melakukan penggeledahan di lantai dua. Di situ terdapat kamar dan tempat penyimpanan barang bekas.

BACA :  Pandeglang Bakal Terapkan e-Musrenbang

“Semuanya isi rumah digeledah. Di lantai atas itu kamar tidur adik saya, diperiksa juga. Kardus – kardus bekas juga dibongkar,” papar Hakim.

SS ditangkap bersama lima orang lainnya sepanjang Sabtu dini hari hingga sore, 28 September 2019.

SS disebut-sebut berperan memberikan bom molotov tersebut kepada OS. SS juga menentukan target dan selaku koordinator aksi untuk membuat huru-hara.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler