Connect with us

METROPOLITAN

Ada 16 Warga Serang Tak Bisa Pulang, WH Perintahkan BPBD untuk Jemput ke Papua

Published

on

WAHIDIN HALIM 5 MARET 2018 PECAT KADISHUB BANTEN REVRI AROES

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) . (Foto: Dok. Banten Hits)

Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) telah memerintahkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memimpin tim yang diberangkatkan ke Wamena, Papua untuk menjemput 16 warga Serang yang tak bisa pulang karena tak ada ongkos.

“Warga Banten yang tinggal di Papua, sekarang mengalami kesulitan, minta dievakuasi, dan sekaligus minta dikembali ke asalnya, ke Banten namun tidak punya biaya untuk kembali,” kata WH melalui video yang diterima BantenHits.com, Selasa, 1 Oktober 2019.

“Yang pertama bahwa, tadi Saya sudah menugaskan kepala dinas BPBD untuk memimpin tim berangkat ke Papua, agar mereka untuk sementara kita bisa bawa pulang, kembalikan ke sini sambil menunggu situasi yang kondusif,” sambungnya.

WH menyatakan, sebagai gubernur dirinya punya kewajiban untuk membantu dan memastikan warga Serang bisa kembali ke kampung halaman dengan selamat.

“Saya punya kewajiban untuk membela dan membantu. Dan saya sebagai gubernur Banten prihatin dengan yang terjadi di Papua,” jelasnya.

Nurhasanuddin (28), salah seorang warga Kelurahan Secang, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang yang berada di Papua mengaku, ada 16 warga Banten, khususnya dari Kota Serang dan Kabupaten Serang minta dibantu kepulangannya oleh pemerintah.

BACA JUGA: Belasan Warga Serang Terjebak Kerusuhan di Wamena Tak Punya Ongkos untuk Pulang

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ada 16 warga Serang yang saat ini butuh bantuan untuk pulang, yakni:

1. Azhari (46), warga Ciruas
2. Budiman (26), warga Pontang
3. Nurhasanuddin (28), warga Serang
4. Bainah (25), warga Ciruas
5. Faturrahman (25), warga Kaserangan Pontang
6. Farel (4), warga Ciruas
7. Aminuddin (23,) Secang-serang
8. Sunesah (22), warga Jambu
9. Arifin (6 bulan), warga Serang
10. Hasan (30), warga Lopang
11. Vindi Menawati (29), warga Lopang
12. Adam (3), warga Lopang
13. Resi Andini (25), warga Cipocok
14. Reihari (4), warga Cipocok
15. Hasan (28), warga Cipocok
16. Abdhurahman (54), warga Babakan-Serang.

Nurhasanuddin menjelaskan sejak adanya kerusuhan tersebut ia telah berhenti berjualan bubur, sehingga perbekalan dirinya bersama keluarga semakin menipis.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending