Connect with us

METROPOLITAN

Sukses Benamkan Jokowi pada Pilpres 2019 di Banten, PAN Ajak Gerindra Rebut Tiga Wilayah yang Dikuasai Golkar

Published

on

Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengaku akan mengajak Gerindra berkoalisi dalam Pilkada Serentak 2020 di Banten. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Empat wilayah di Provinsi Banten, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), akan menggelar Pilkada Serentak 2020.

PAN memastikan akan memunculkan calon alternatif untuk untuk tiga wilayah yang tengah dipimpin oleh kader Partai Golkar. Tiga wilayah tersebut yakni Kota Cilegon yang dipimpin Edi Ariadi, Kabupaten Serang dipimpin Ratu Tatu yang merupakan Ketua DPD Golkar Provinsi Banten, serta Kota Tangsel dipimpin Airin Rachmi Diany yang Ketua DPD Golkar Tangsel.

Khusus untuk Kabupaten Pandeglang yang tengah dipimpin Irna Narulita selaku kader Partai Demokrat, PAN memastikan akan mendukung kembali Irna untuk periode keduanya.

“Pandeglang insyaAllah (PAN dukung) incumbent. Itu pun masih proses. Kita tunggu proses di tingkat PAN Kabupaten Pandeglang, dan minggu depan saya terima. DPP belum putuskan tapi kecenderungan ke sana (Irna),” kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto kepada awak media di Puspemkot Serang, Senin 30 September 2019.

“(Untuk tiga wilayah di luar Pandeglang) PAN hadirkan (tokoh alternatif) di luar calon pertahana. Itu pun atas usulan (masyarakat) di bawah, termasuk masukan dari tokoh maupun kawan-kawan dari akar rumput di tingkat desa. Hampir semuanya mengharapkan DPP PAN mengeluarkan calon alternatif dari luar pertahana,” lanjutnya.

Yandri mengatakan, khusus Kabupaten Serang, pihaknya sudah banyak ditemui bakal calon (balon) bupati yang mengungkapkan niatnya untuk maju di Pilkada Kabupaten Serang.

“Banyak calon yang sudah ketemu sama saya, termasuk Prof. Lili Romli sudah tiga kali ketemu saya diskusi, banyak lah sama PAN,” jelasnya.

Keputusan PAN menghadirkan calon alternatif dalam pesta demokrasi seperti pilkada adalah hal biasa. Yandri juga menampik jika kinerja Ratu Tatu Chasanah sejauh ini jelek.

“Kalau perubahan Bu Tatu sudah banyak lalukan perubahan, tapi ya tadi kalau rakyat lihat ada calon tunggal kan tidak baik. Kita siapkan calon alternatif bukan berarti kerjaan Bu Tatu tidak bagus, tidak begitu teorinya,” paparnya.

“Kita hadirkan pilihan untuk rakyat. Kalau mereka mau maju mereka sudah punya konsep pembngunan, silakan berlomba lomba dalam kebaikan,” sambungnya.

Disinggung soal Partai Gerindra yang juga keukeuh akan menyorongkan calon alternatif di Pilkada Kabupaten Serang, Yandri mengaku yakin bisa mengajak Gerindra berkoalisi untuk bersama mengusung calon di Pilkada Kabupaten Serang. 

“Saya sering ketemu Pak Desmond, hampir 80 persen bisa berkoalisi tinggal calonnya siapa wakilnya siapa. Tinggal cari masukan rakyat, ulama dan akademisi,” pungkasnya.

Pada Pilpres 2019, koalisi Partai Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat yang mendukung Prabowo-Sandi berhasil membenamkan suara Jokowi-Ma’ruf yang didukung koalisi besar, PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura. 

Selain didukung banyak parpol, Jokowi juga didampingi Ma’ruf Amin tokoh asli Banten yang memiliki pondok pesantren di Kabupaten Serang. Namun, koalisi gemuk dan kehadiran Ma’ruf tak mampu mendongkrak raihan suara pasangan ini di Banten. 

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending