Connect with us

METROPOLITAN

Sukses Rebut Kursi Ketua DPRD Banten, Politisi Gerindra Kebut Pembahasan APBD Banten 2020

Published

on

85 Anggota DPRD Banten saat dilantik dan pengambilan sumpah.

Serang – Ketua DPRD Banten 2019-2024 Andra Soni berjanji akan mempercepat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Banten 2020 dengan target dua bulan pembahasan.

Hal tersebut disampaikan politisi Partai Gerindra kepada wartawan seusai DPRD Banten menggelar Rapat Paripurna Istimewa Pengambilan Sumpah Pimpinan DPRD Banten periode 2019-2024, Senin, 30 September 2019.

Dalam paripurna tersebut pimpinan DPRD Banten yang dilantik adalah Andra Soni dari Partai Gerindra sebagai Ketua DPRD dan empat Wakil Ketua DPRD; yakni Barhum dari PDIP, Fahmi Hakim dari Partai Golkar, Nawawi Said Dimyati dari Partai Demokrat dan Budi Prajogo dari PKS.

“Pembahasan APBD kita tinggal melanjutkan sesuai perundang-undangan,” katanya.

Sebelum melakukan pembahasan APBD Banten 2020, lanjut Andra, pihaknya akan segera menyusun alat kelengkapan dewan. Semisal Badan Anggaran, Badan Kehormatan, Badan Musyawarah dan Badan Pembuat Peraturan Daerah DPRD Banten.

“Setelah definitif akad kita akan bentuk alat kelengkapan dan mengoptimalkan fungsi dewan,” jelasnya.

Rebut Kursi dari PDIP

Partai besutan Prabowo Subianto berhasil merebut kursi ketua DPRD Banten dari PDIP setelah Partai Gerindra menjadi juara Pemilu 2019 di Provinsi Banten karena menjadi partai peraih kursi terbanyak.

Selain di DPRD Banten, Partai Gerindra juga menempatkan kadernya sebagai ketua di DPRD Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.

Kader Gerindra juga akan menempati wakil Ketua DPRD di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Serang.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Banten Desmond J Mahesa beberapa waktu lalu mengatakan, dengan kepercayaan tersebut mengharuskan Gerindra memiliki tanggung jawab lebih.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending