Connect with us

METROPOLITAN

Jadi Pusat Industri, Kota Tangerang dan Cilegon Ternyata Belum Memiliki Laboratorium Lingkungan Hidup

Published

on

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Banten, M Husni Hasan, mendesak Kota Tangerang dan Kota Cilegon segera membangun Laboratorium Lingkungan Hidup.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Dua wilayah di Provinsi Banten, yakni Kota Tangerang dan Cilegon, dikenal sebagai pusat Industri. Jika pengawasan lemah, pelaku industri yang nakal sangat mungkin membuang limbah pabrik di sembarang tempat hingga dapat mengancam pencemaran lingkungan.

Menindaklanjuti kemungkinan tersebut,  Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Banten, M Husni Hasan, mendorong dua kepala daerah untuk membentuk laboratorium lingkungan hidup si wilayahnya.

“Mereka (dua daerah) bahkan kita dengan pusat Litbang (penelitian dan pengembangan) dan Laboratorium Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan RI, sama-sama kita mendorong dua daerah ini agar memiliki laboratorium,” paparnya kepada awak media, Rabu 2 Oktober 2019.

BACA :  Komisi III DPR RI Soroti Kondisi LP Anak Tangerang

Ia menyampaikan, Provinsi Banten dalam posisinya sangat strategis secara geografis dan kemudian Banten yang menjadi tujuan utama investasi nasional.

“Investasinya di Banten ini bahkan menduduki peringkat pertama tahun kemarin dan tahun sebelumnya dan ini berimplikasi terhadap degradasi lingkungan dengan ruang yang sangat terbatas,” paparnya.

Diketahui provinsi Banten memiliki luas 8.651,2 kilometer persegi dan menjadi tujuan investasi, yang kemudian berdampak pada degradasi lingkungan kalau lingkungan tidak bisa kendalikan.

“Maka Banten ini sudah tidak nyaman sebagai kawasan hunian karena ya sudah tercemar oleh karena itu kita harus bersama-sama sepakat untuk mengendalikan ataupun mencegah pencemaran lingkungan,” harapnya.

Untuk pengadaan laboratorium lingkungan hidup, Husni kembalikan lagi kepada dua kepala daerah tersebut.

BACA :  Ikatan Engineering Indonesia, Wadah Enggineer untuk 'Menepi' dari Padatnya Rutinitas

“Ya itu tergantung bagaimana kebijakan daerah Kita kan bisa mendorong dan kita juga mendorong kabupaten kota lainnya untuk apa namanya mengalokasikan dana yang memadai untuk perkembangan laboratorium itu tadi karena kita harus menjaga daya dukung daya tampung ruang ini ini akan akan tetap bisa dikendalikan,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler