Connect with us

METROPOLITAN

Warga Serang yang Terjebak Ungkap Kondisi Wamena seperti Suriah; Kebakaran dan Kerusuhan Terjadi Setiap Hari

Published

on

Ilustrasi warga mengungsi akibat kerusuhan di Wamena. Diketahui saat ini 16 warga asal Serang terjebak di Wamena. (Foto: CNNIndonesia)

Serang – 16 warga Banten yang berasal dari Kota dan Kabupaten Serang terjebak dalam kerusuhan Wamena. Mereka mengaku tak bisa pulang karena tak punya ongkos untuk beli tiket pesawat. Sejak kerusuhan pecah, perantau asal Serang sudah tak bisa beraktivitas.

Wali Kota Serang Syafrudin memastikan akan menanggung seluruh ongkos pemulangan warga Kota Serang yang berada di Wamena. Syafrudin bahkan berkomunikasi langsung dengan warga yang ada di Wamena.

BACA JUGA: Wali Kota Serang Telepon Langsung Warganya yang Terjebak di Wamena; Data Semua Warga, Saya yang Bantu Ongkos untuk Pulang!

BACA :  Viral Isu Penyerangan Kiai di Pandeglang, Polisi : Itu Orang Gila!

Sementara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yakin warganya bisa kembali ke kampung asalnya. Dirinya berkaca pengalaman 2018 yang berhasil memulangkan korban human trafficking berkat bantuan TNI.

Tatu juga siap menanggung seluruh biaya pemulangan untuk warga Kota Serang di Wamena.

BACA JUGA: Pernah Selamatkan Korban Human Trafficking, Tatu Yakin Warga Serang di Wamena Bisa Dipulangkan dengan Bantuan TNI

Seorang warga yang bredagang bubur ayam di Wamena, Nurhasanuddin mengaku, tempat tinggalnya sudah hancur. Dia sudah tak memiliki apa-apa.

“Ini saya hanya penjual bubur ayam. Rumah pun hancur. Jadi saya sekarang tidak punya apa-apa. Sekarang situasi tidak kondusif. Bentar-bentar rusuh, bentar-bentar rusuh,” ujarnya melalui sambungnya telepon, Selasa 1 Oktober 2019.

BACA :  Jumlah Kendaraan yang Masuk Kabupaten Tangerang di Hari Kedua PSBB Menurun, Tapi Kok Pelanggaran Malah Meningkat?

Ia mengibaratkan kejadian di Papua sudah seperti negara konflik Suriah. Menurutnya kebakaran dan kerusuhan setiap hari terjadi di mana-mana.

Nurhasanuddin pun kemudian berinisiatif untuk mengumpulkan semua warga Serang yang berada di Papua.

“Pendatang dari Serang saya jadikan satu. Sebenarnya banyak yang baru saya data hanya 16 orang, terdiri dari penjual remot, penjual bubur dan tukang servis,” paparnya.

Dari 16 warga Serang di Papua, terdiri dari 9 orang warga Kota Serang dan 7 orang warga Kabupaten Serang. Ia menyakini dari data tersebut sewaktu-waktu bisa bertambah.

“Ini bisa tambah banyak ini saya lagi cari lagi ke pengungsian lainya, itu bisa bertambah, 16 orang ada 4 anak kecil, semua sekarang ada di Sentani, kontrakan saya,” katanya.

BACA :  Tanto Pertanyakan Pajak Reklame Hanya Rp I M, Ada Kebocoran?

BACA JUGA: Ada Empat Bayi, Ini Daftar 16 Warga Serang yang Tak Bisa Pulang di Wamena

Sampai sekarang 16 orang tersebut terus menunggu harapan dari para pemimpin. Di wikayah asal, wali kota, bupati dan gubernur Banten, untuk memfasilitasi kepulangan 16 orang asal Serang.

Meski kerusuhan setiap hari terjadi, Nurhasanuddin mengaku, keamanan masih bisa dikendalikan aparat kemanan TNI dan Polisi.

“Alhamdulillah dari Banten semua selamat. Kita minta pulang aja,” pungkasnya sambil memohon kepada media untuk melanjutkan harapan kepada para pemimpin.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler