Connect with us

METROPOLITAN

Fakta Menyedihkan di Ibukota Provinsi Banten, Seluruh Warga Kampung Lorog BAB di Kebun Hanya Dua Rumah yang Punya Jamban

Published

on

Sejumlah ibu-ibu di Kampung Lorog, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mendapat edukasi soal sanitasi sehat dari Dompet Dhuafa Banten, Kamis, 3 Oktober 2019. Diketahui seluruh warga di Kampung Lorog BAB sembarangan. Hanya dua rumah yang diketahui memiliki jamban.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Kesadaran masyarakat Kampung Lorog, Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, untuk buang air besar (BAB) di tempat yang layak masih kurang. Hampir seluruh warganya diketahui BAB di kebun atau di sawah.

Fakta menyedihkan soal kondisi masyarakat di Ibukota Provinsi Banten ini terungkap setelah Dompet Dhuafa Banten menggelar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) kepada warga sekitar, Kamis, 3 Oktober 2019.

Penanggung jawab Program LKC Dompet Dhuafa Banten Danan kepada awak media di lokasi mengatakan, dalam kegiatan sosial di kampung itu, ditemukan hanya dua masyarakat yang sadar untuk BAB pada tempat layak, sisanya sekitar 99 persen masyarakat masih BAB di sembarang tempat seperti kebun, sawah maupun di kali.

“Tujuan (kegiatan sosial ini) untuk memicu masyarakat supaya tidak buang BAB sembarangan. Kita berikan penjelasan bahwa perilaku BAB sembarangan itu tidak baik. Hampir 99 persen masyarakat di sini tidak punya WC, karena sering BAB juga dekat dengan pemukiman,” kata Danan.

Melalui kegiatan itu, puluhan ibu rumah tangga di lingkungan Lorog, dikumpulkan dan diberikan pemicuan dari LKC Dompet Dhuafa Banten.

“Kita picu rasa seperti rasa malu, dan tidak nyaman BAB sembarangan,” tuturnya.

Menurut Danan, dari 125 kartun keluarga (KK) di Kampung Lorog hanya ada sekitar 85 rumah. Dari jumlah itu, yang punya jamban hanya 2 rumah.

Ssetelah diberikan edukasi LCK Dompet Dhuafa, sekitar 27 warga diketahui sudah merencanakan pembangunan jamban.

“Mereka tidak punya WC itu tradisi, karena lihat dari rumah banyak semi permanen dan sudah di keramik, dan punya motor. Jadi mereka mengedepankan bangun rumah dulu dari pada jamban,” katanya.

Masyarakat Lorog umumnya kemampuan ekonominya menengah ke bawah. Meski demikian, setelah di edukasi pihak LKC siap memberikan satu warga dua sak semen dan satu buah kloset.

“Kita berikan semen dua sak sama kloset satu sisanya mereka semua, ada sekitar yang akan bangun 27 orang,” tungkasnya.

30 Persen Warga Kota Serang BAB Sembarangan

Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuluddin, Maret 2019 mengungkapkan, 30 persen masyarakat Kota Serang masih terbiasa BAB di kebun atau dolbon. Pasalnya, baru 72 persen masyarakat Kota Serang yang memiliki fasilitas mandi cuci kakus (MCK) pribadi di rumahnya.

“Yang paling tinggi ini di Kecamatan Kasemen, masyarakat banyak yang buang air besar di perkebunan,” kata Subadri kepada awak media, Rabu, 20 Maret 2019.

BACA JUGA: Wali Kota Serang Beli Mobil Dinas Rp 1,6 Miliar, Ternyata 30 Persen Warganya Masih BAB di Kebun

Selain di Kota Serang, pemandangan memilukan yang menggambarkan bagaimana ketertinggalan masih terjadi di wilayah paling ujung Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Desa Cibadak, Kecamatan Ciamanggu, Kabupaten Pandeglang. Di desa ini warga terbiasa buang air besar alias BAB di Kebun belakang rumah.

Fenomena BAB di kebun memang sudah menjadi kebiasaan sebagian warga di Desa Cibadak saat musim kemarau. Tercatat sedikitnya 100 Kepala Keluarga (KK) tidak memiliki fasilitas untuk mandi, mencuci, dan kakus atau MCK.

Terkuaknya fenomena BAB di kebun, membuat Bupati Pandeglang Irna Narulita dan Wali Kota Serang Syafrudin menjadi sorotan publik. Bukan karena berprestasi. Keduanya disorot setelah membeli mobil dinas mewah Toyota Land Cruiser Prado. Di Pandeglang mobil tersebut dianggarkan Rp 1,9 miliar, sementara di Kota Serang Rp 1,6 miliar.

Pembelian mobil dinas mewah oleh dua kepala daerah di Banten ini dipertanyakan, mengingat dua kepala daerah ini masih miskin prestasi. Terlebih Kabupaten Pandeglang yang masih berstatus kabupaten tertinggal.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Trending