Connect with us

METROPOLITAN

Warganet Ramai-ramai Dukung Pejabat Pemkab Pandeglang yang Dipolisikan GP Ansor Gara-gara Posting ‘Banser Diam soal Papua’

Published

on

Unggahan pejabat Pemkab Pandeglang di Facebook yang menuai reaksi dan terancam dipolisikan Ansor Pandeglang. Saat yang bersamaan yang bersangkutan langsung meminta maaf terkait postingannya. (Tangkap layar Facebook/kolase BantenHits.com)

Pandeglang – Pejabat Pemkab Pandeglang, Rahmat Zultika yang menduduki posisi Sekretaris DPUPR sedang dihadapkan persoalan serius. Dia dilaporkan GP Ansor Pandeglang ke polisi gara-gara posting ‘Banser diam soal Papua’.

Tak hanya dilaporkan ke polisi, karir Rahmat Zultika juga terancam karena GP Ansor juga mendesak Inspektorat memberikan sanksi kepada Rahmat.

Upaya damai telah ditempuh. Rahmat juga sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka lewat akun Facebooknya. Bahkan, Inspektorat berupaya memediasi Rahmat dengan GP Ansor Pandeglang, Jumat, 4 Oktober 2019. Namun, GP Ansor ‘keukeuh’ memproses hukum postingan Rahmat.

“Kami secara pribadi memaafkan, tetapi tidak secara organisasi karena kasus ini sudah menjadi atensi (Banser) pusat,” kata Ketua GP Ansor Pandeglang Lukman Hakim.

BACA :  Warga Tak Mampu di Tangerang Ikuti Operasi Katarak Gratis

Kasus Rahmat Zultika rupanya menyita perhatian warganet. Hal tersebut terlihat dari kolom komentar di aplikasi BacaBerita yang memosting ulang pemberitaan BantenHits.com berjudul, ‘Pejabat Pemkab Pandeglang Posting ‘Banser Diam soal Papua’ di Facebook, GP Ansor Memaafkan tapi Proses Hukum Lanjut’.

Terpantau, hingga Sabtu malam, 5 Oktober 2019 pukul 21.17 WIB, berita tersebut sudah dikomentari lebih dari 240 komentar. Mayoritas warganet mendukung Rahmat Zultika dan meminta GP Ansor tidak gampang tersinggung dengan satire yang disampaikan Rahmat.

Berikut komentar warganet yang mendukung:

Yoyok S Wiharso : Menghinanya dimana ??? Kecuali bisa membuktikan sdh berkarya mengabdi di papua …baru itu suatu penghinaan kalau dianggap diam

Sugih Mulyana: Pejabat peneglang itu ngomong nya riil..dan bener …..kenapa Banser jadi sewot…..

John S Tampubulon: Memangnya knapa klo ada postingan ORMAS itu diam soal kerusuhan di PAPUA ? Memang betul kan ?

Krishna88_un: Faktanya emang begitujan??banser cuma omong kosong tp buktinya ga ada,klo teriak NKRI paling keras seolah2 mereka paling NKRI,tapi giliran ada kerusuhan di papua ilang gada suaranya,ada KKB yg jelas2 ingin papua pisah dr NKRI jangan aksi nyata dr banser,kentutnya pun tidak terdengar sm sekali

Nurhayati Lubis: Kok hnya berani ke org yg mengkritik mrk? Knp kalian tidak membuktikan bahwa kalian itu memang berguna…kan banser yg selalu berslogan NKRI HARGA MATI ! ngaku ciut ke KKB ga apa2 kok tp jgn beraninya ke perorangan…

Luthfi Fatima: Apakah sebuah kebenaran dianggap penghinaan…..aneh……sifat pecundang ya kek gt…berani nya lawan per orangan atau melawan organisasi yg udah bubar…..giliran lawan kelompok yg jelas2 nyata…….ngumpet masuk got

Sementara, ada juga sebagian kecil yang menyatakan pembelaan terhadap langkah hukum yang ditempuh GP Ansor Pandeglang:

BACA :  Komnas HAM Pertanyakan Keterlibatan Oknum Aparat

Wong Batang: LOH….ANSOR PAPUA UDAH MEMBERIKAN BANTUAN..,KOK KAMU BILANG DIAM…… IRI YA AMA ANSOR BANSER…..HIDUP BANSER

Fauzi Ghojali: Proses saja, ini langkah awal bersihkan ASN dari paham pemecah belah bangsa.

Sebelumnya, Agustus 2019, Sekertaris DPUPR Pandeglang itu mengunggah postingan di Facebook. Dia menyebut bahwa Banser diam saja terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM), bahkan terkesan tidak berani.

OPM merupakan organiasi yang pro kemerdekaan Papua, bahkan OPM sendiri sering kontak senjata dengan TNI-Polisi hingga memakan korban, salah satunya anggota Polda Papua, Briptu Heidar yang tewas ditangan anggota OPM.

“Banser yg moncongnya bilang NKRI harga mati. Terhadap sparatis OPM langsung mingkem. Ga (Enggak) ada suaranya. Plongo,” tulis Rahmat dalam unggahananya.

BACA :  Wartawan Tangerang Nunggak Cicilan Mobil, Debt Collector Ngamuk di Kantor Pokja

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler