Connect with us

BERITA KANDIDAT

Didukung PB Al-Khairiyah, Aktor FTV Indonesia Maju Pilkada Cilegon 2020

Published

on

Aktor Lian Firman saat berjabat Tltangan dengan Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Cilegon – Aktor sinetron FTV tanah air, Lian Firman turut meramaikan bursa pemilihan kepala daerah atau Pilkada Cilegon 2020.

Lian Firman yang diketahui bernama asli Firman Mutaqin ini merupakan aktor yang lahir di Kota Baja, tepatnya di Lingkungan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.

Untuk membuktikan keseriusannya maju Pilkada, beberapa hari yang lalu, Lian Firman yang didorong Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah, Ali Mujahidin yang akrab disapa Mumu, telah mendaftar penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Cilegon.

Saat ditemui awak media di Kampus Al-Khairiyah, Lian yang alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Cilegon angkatan tahun 1999/2000 tersebut mengaku keputusan untuk maju di Pilkada Cilegon 2020 sudah dipikirkan sejak satu tahun lalu.

“Ini bukan keputusan yang mudah, bukan keputusan yang gampang karena bagaimanapun, persepsi gua soal pejabat itu pelayan masyarakat. Jadi jangan memposisikan dia di atas masyarakatnya, makanya butuh waktu untuk memikirkan segala konsekuensi yang ada, segala macem dan harus dipersiapkan matang,” kata Lian, Senin, 7 Oktober 2019.

Lian mengungkapkan, sejak lama ia kerap mendapatkan tawaran untuk berpolitik, namun ia lebih memilih untuk menggekuti seni peran di layar kaca. Namun seiring berjalannya waktu, Lian mengaku menyepakati maju di Pilkada Cilegon 2020 setelah diajak Ketua PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin.

“Kalau tawaran berpolitik sebenarnya udah ada, cuman waktu itu masih belum tertarik masuk dunia politik, tapi ketika beliau (Ali Mujahidin) mengajak dan nawaitunya juga menurut saya bagus, makanya kenapa gak. Sebagai putera daerah kita suport, apapun untuk kota tercinta ya kenapa gak, kalau kita bisa memberikan terbaik why not,” ucapnya.

Sebagai putera daerah, Lian merasa dirinya terpanggil untuk ikut andil membangun kota kelahirannya. Pasalnya, pria berusia 34 tahun ini menilai salah satunya masih terdapat kesulitan warga asli Cilegon untuk mendapatkan kesempatan kerja.

“Sebetulnya saya pribadi jujur karena dari SD, SMP, SMA dan saya lulusan Al-Khairiyah, saya ngerasain jadi pemuda Cilegon, gimana susahnya kita pas sekolah. Pasti berpikir gue ngambil pendidikan ini, kemudian kerja di pabrik segala macem, banyak mikir gitu, ketika tidak bisa ngambil porsi itu, mau gak mau ngambil posisi yang lain. Zaman saya dulu masih susah di Cilegon, zaman sekarang ini makin susah karena penuh dengan persaingan,” ucapnya.

Ia menambahkan Cilegon butuh pembangunan yang lebih baik. Pembangunan itu, kata dia, tidak singkat.

“Kita ingin melanjutkan perjuangan Kota Cilegon itu bersih, biar Cilegon itu bisa maju,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin menegaskan Al-Khairiyah memiliki kader-kader terbaik dan potensial, sehingga ia merasa perlu untuk memberikan dukungan penuh terhadap kader potensial

“Dengan yang muda berperan akan membuat pembangunan di Cilegon signifikan, generasi muda ini kan cenderung dinamis, idealis, nah itu kelebihannya yang harus dipertimbangkan,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

Trending