Connect with us

METROPOLITAN

KPK Sebut Sepanjang 2006-2013 Wawan Kerjakan 1.105 Proyek, Persidangan Pernah Ungkap Fakta soal Orang-orang Ternama Ini

Published

on

Prev1 of 5
Use your ← → (arrow) keys to browse

Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan saat memghadiri sidang kasus korupsi alkes dan Pembangunan Puskesmas di Tangsel. (Dok.BantenHits.com)

Tangerang – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah menyelesaikan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan fokus dari TPPU ini adalah pada penelusuran arus uang sebagai bentuk upaya KPK mengembalikan aset yang dikorupsi ke negara.

“Sampai saat ini, KPK menyita sejumlah aset dengan nilai sekitar Rp 500 miliar,” kata Febri, Selasa, 8 Oktober 2019, seperti dilansir Republika.co.id.

Menurut Febri, penyidikan TPPU Wawan membutuhkan waktu sekitar lima tahun karena tim harus mengidentifikasi secara rinci proyek-proyek yang dikerjakan, dugaan keuntungan yang didapatkan secara tidak semestinya, aliran dana, penelusuran aset yang berada di sejumlah lokasi dan kerjasama lintas negara.

BACA JUGA: Dugaan Keterlibatan Rano Karno dalam Kasus TPPU Wawan Beredar di Medsos

Diduga Wawan melalui perusahaannya telah mengerjakan sekitar 1.105 kontrak proyek dari pemerintah Provinsi Banten dan beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Banten dengan total nilai kontrak kurang lebih sebesar Rp 6 triliun.

Salah satu proyek yang diduga dikorupsi adalah pembangunan proyek alat kesehatan dan fisik RSUD serta Puskesmas Tangsel tahun 2010-2012.

Pengadilan Tipikor telah menjatuhkan putusan untuk sejumlah terdakwa seperti Tubagus Chaeri Wardana, Dadang M. Epid, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, mantan anggota DPR RI dari PDIP Herdian Koosnadi, anggota DPRD Banten Desy Yusandi, serta sejumlah nama lainnya.

BACA JUGA: Terbukti Korupsi RSUD Tangsel, Suami Airin Hanya Divonis Setahun

Yang menarik, selama persidangan sejumlah saksi yang dihadirkan pernah mengungkapkan fakta-fakta mencengangkan seperti berikut:

1. Airin Sering Pimpin Rapat di Pemkot Tangsel Ditemani Wawan

Pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang, Selasa, 4 Agustus 2015, Dadang M. Epid mengungkapkan bagaiamana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan bersama istrinya Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany selalu menghadiri rapat dinas di empat SKPD di Tangsel.

“Pak wawan datang dalam rapat, dia cerdas dalam prioritas pembangunan dia juga ngomong jangan ini dulu tapi ini dulu (proyek, red) kebanyakan kita ikut beliau. Kita rapat dengan sekda, dan kadang Wali kota Airin Rahmi Diany hadir dalam rapat tersebut. Atuh saya tidak tahu pak Wawan hadir dalam rapat tersebut sebagai apa tapi yang jelas kalau empat SKPD selalu hadir,”  ungkap Dadang M. Epid di persidangan.

BACA JUGA: Dadang M.Epid Sebut Wawan dan Airin Sering Hadir Bersama dalam Rapat Dinas

Dalam rapat tersebut, kata Dadang, Tb Chaeri Wardana kuasanya melebihi dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rahmi Diany. Wawan juga sering menanyakan proses persiapan lelang dan memberikan nama-nama plotting perusahaan yang bakal mengerjakan proyek.

“Pak Wawan tanyakan dalam rapat ada uang berapa? (anggaran, red), kapan mulai lelang? Apa persyaratannya? Dari situ kita dikasih plotting nama-nama yang mengerjakan proyek, semua SKPD kayak gitu, kalau engga prosesnya bisa dibatalkan lagi di tingkat ULP,” kata Dadang.

Prev1 of 5
Use your ← → (arrow) keys to browse

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending