Connect with us

METROPOLITAN

Alami Lima Tusukan, Kapolsek Menes Ungkap Detik-detik saat Pisau Pelaku Bertubi-tubi Menghujam Tubuhnya

Published

on

Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang menjadi korban penyerangan bersama Menkopolhukam Wiranto, menceritakan peristiwa yang dialaminya ke Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata dan awak media. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menkopolhukam Wiranto dan rombongan menjadi korban penyerangan Syahril Alamsyah alias Abu Rara, di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019.

Selain Wiranto, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto juga menjadi korban penyerangan yang dilakukan istri Abu Rara, Fitri Andriana. Dariyanto mengalami lima luka tusukan dan saat ini masih menjalani perawatan di Ruang 4018, Rumah Sakit Sariasih Serang.

“Yang luka di punggung saya hasil perawatannya itu 4 cm karena benda tajam. Terus juga di depan saya ada empat di lengan kanan, dada, sama dengan di bahu kiri sama sikut. Semuanya ada lima tusukan. Alhamdulillah agak mendingan,” jelas Dariyanto kepada awak media di RS Sari Asih, Jumat 11 Oktober 2019.

Dariyanto mengungkapkan detik-detik saat pelaku beraksi. Saat itu pelaku ikut menyalami Wiranto. Setelah salaman, ia langsung berbalik arah muka, setelah itu langsung ada serobotan dari Abu Rara sembari menusukan pisau ke Menkopolhukam. Beruntung saat pelaku menusukkan pisau ke Wiranto ada desakan dari Dariyanto sehingga pelaku kesulitan untuk menusuk.

“Saya berbalik arah akhirnya yang nyerang saya pakaian jilbab. Saya tidak tau karena pisau itu ditutup kain. Dia nyerang saya sampai robek baju saya,” paparnya.

Dariyanto yang saat itu mengalami luka parah di sekujur tubuh, langsung menuju Puskesmas dengan kondisi berlumuran darah.

“Jarak 500 meter saya jalan kaki dibantu oleh angota saya yang sedang pengamanan, dan saya dibawa, sampai sana saya saya dibantu oleh Satpol-PP,” ungkapnya.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi Priadinata mengatakan mengatakan kedatangan dirinya bersama kabiddokes, ke RS Sari Asih tersebut mewakili Kapolda Banten.

“Hari ini sudah terlihat stabil, lebih sehat dan sudah dilakukan perawatan. Tadi terlihat beliau beberapa luka tusukan akibat senjata tajam yang dilakukan oleh pelaku dan sudah dilakukan juga operasi medis dijahit dan mudah mudahan beliau segera diberikan kesembuhan dan bertugas kembali melayani masyarakat,” jelasnya.

Edy mengungkapkan, peristiwa yang dialami Dariyanto adalah bagian dari risiko tugas Polri sebagai pelayan dan pelindung masyarakat.

“Mudah-mudahan pengorbanan beliau dalam rangka menjaga marwah negara dan menyelamatlan jiwa orang lain bisa menjadi contoh kita semua,” katanya.

Di tempat yang sama Manajer Humas RS Sariasih Agus Ramdani mengatakan korban datang ke RS Sari Asih sekitar jam 17.45 WIB menjelang Magrib.

“Semalam langsung ditangani. Kalau pelayanan khusus kita penyembuhan lukanya, jahitan di rumah sakit sebelumnya. Di sini hanya perawatan lanjutan pemulihan,” terangnya.

Editor: Darussalam Jagad Syhadana

Trending